Pemprov DKI Jakarta Perkuat Komitmen Industri Film Nasional Berkolaborasi dengan Pelaku Industri

Dalam misinya menuju 'The City of Cinema', Kota Jakarta secara aktif menciptakan peluang kolaborasi guna mendorong minat dan meyakinkan sineas.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta tahun ini hadir perdana di JAFF Market 2025.

Dalam misinya menuju 'The City of Cinema', Kota Jakarta secara aktif menciptakan peluang kolaborasi guna mendorong minat dan meyakinkan sineas, baik nasional maupun internasional untuk menjadikan Jakarta sebagai pilihan utama dalam proses produksi film.

Selama tiga hari kegiatan JAFF Market, Pemprov DKI Jakarta secara intensif melakukan berbagai kegiatan kolaboratif, mulai dari menjalin kemitraan strategis, menggelar dialog dengan pelaku industri, hingga meresmikan kerja sama produksi film.

Menurut Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) atau Jakarta Experience Board (JXB) Yunn Bali Mohammad Yusuf, Pemprov DKI Jakarta melalui JXB telah meresmikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua rumah produksi ternama, yaitu Palari Films dan Wahana Kreator.

"Kerja sama ini secara konkret mengukuhkan rencana produksi film skala besar oleh kedua rumah produksi tersebut yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi Jakarta pada tahun 2026. Palari Films menegaskan kesiapan dengan telah menyiapkan tiga judul film yang akan menjadi bagian dari proyek tersebut," ujar Yusuf melalui keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).

Di sisi lain, lanjut dia, Wahana Kreator yang telah memiliki berbagai pengalaman produksi film di Jakarta juga memastikan rangkaian filmnya siap masuk tahap produksi di Jakarta.

"JXB akan memfasilitasi perizinan untuk kedua rumah produksi, seperti perizinan berbagai fasilitas lokasi di Jakarta, termasuk akses ke sarana transportasi kota serta situs-situs budaya dan sejarah yang dikelola Pemprov DKI Jakarta," papar Yusuf.

 

Buka Potensi Besar Kemudahan Produksi Film

Menurut Yusuf, penandatanganan MoU ini membuka potensi besar dalam kemudahan proses produksi film di Jakarta.

"Kemudahan akses dan birokrasi dengan sistem single gateway ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik produksi, mendorong investasi produksi film, serta membangun pertumbuhan berkelanjutan ekosistem film di Jakarta," jelas Yusuf.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Film Week mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan Singapore Film Commission dan Hubert Bals Fund pada Sabtu 29 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian partisipasi Pemprov DKI Jakarta dalam JAFF Market 2025 yang berlangsung pada 29 November hingga 1 Desember 2025.

FGD tersebut dihadiri oleh Festival Director Jakarta Film Week Rina Damayanti, Dewan Pengawas Badan Perfilman Indonesia (BPI) Alex Sihar, serta perwakilan Jakarta Experience Board (JXB), Jakarta Film Week (JFW), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Agenda ini merupakan salah satu langkah untuk mempertajam pembentukan Komisi Film Jakarta yang kini masih dalam tahap penyempurnaan," kata Ketua Dewan Pengawas Badan Perfilman Indonesia (BPI) Alex Sihar.

Pentingnya yang Tangani Produksi Film

Menurut Alex, sebagai kota yang menargetkan diri menjadi 'the City of Cinema', Jakarta menyadari pentingnya lembaga otoritatif yang khusus menangani kebutuhan produksi film.

"Maka dari itu, agar Komisi Film Jakarta dapat mengakomodir ragam kebutuhan produksi film nasional dan internasional di kota Jakarta, diperlukan persiapan matang dalam berbagai aspek, salah satunya pendanaan/insentif, kepastian hukum, perizinan satu pintu, serta adanya data lokasi syuting yang lengkap," terang dia.

"Hal di atas merupakan modal utama untuk membangun tata kelola perfilman yang profesional dan berkualitas," tandas Alex.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6