Pramono Beri Tugas Baru Pasukan Putih: Perkuat Penanganan Stroke Saat Golden Age 4,5 Jam di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambah tugas dan peran pasukan putih untuk memperkuat layanan penanganan stroke dalam rentang waktu emas atau golden period 4,5 jam.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah tugas dan peran pasukan putih untuk memperkuat layanan penanganan stroke dalam rentang waktu emas atau golden period 4,5 jam. Tugas ini sebagai bagian dari penguatan layanan di Jakarta.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Pramono menyebut, penanganan cepat sangat penting mengingat stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurutnya, kondisi Jakarta yang menghadapi tantangan kemacetan dan banjir membuat waktu emas penanganan stroke sering terhambat.

"Golden period yang 4 setengah jam itu adalah waktu yang di Jakarta tidak mudah. Karena seperti yang disampaikan Prof Dante, problem Jakarta memang paling utama macet dan banjir," ujar Pramono, Jumat (5/12/2025).

Pasukan putih yang berjumlah 584 personel kini diberi mandat tambahan untuk membantu mendeteksi, merespons, dan menangani kasus stroke di tingkat komunitas. Adapun sebelumnya, pasukan putih ini difokuskan pada layanan bagi lansia dan difabel.

"Pasukan putih ini memang secara khusus memberikan pelayanan kepada lansia dan difabel. Maka untuk itu Ibu Kepala Dinas, kita tambahkan pasukan putih kita tugaskan secara khusus untuk berkaitan dengan stroke ini," kata Pramono.

Ia menjelaskan, penguatan kapasitas pasukan putih menjadi langkah strategis Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan masyarakat memperoleh respons cepat ketika mengalami gejala stroke. Dia menilai peningkatan kesiapsiagaan akan membantu Jakarta menjadi contoh nasional dalam layanan darurat stroke.

"Kami juga memberikan fasilitas tambahan kepada dinas kesehatan untuk pasukan putih dilengkapi dengan ambulans-ambulans dan kami mulai sekarang punya ambulans listrik," pungkas Pramono.

 

Pramono Segera Putuskan Usulan Perpanjangan Jalur LRT ke Dukuh Atas dan JIS

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo segera membahas usulan perpanjangan rute LRT Jakarta Fase 1C yang menghubungkan Manggarai sampai Dukuh Atas dan Fase 2A hingga Jakarta International Stadium (JIS).

"Minggu depan dalam rapat saya akan putuskan. Karena memang nggak boleh terlalu lama," kata Pramono di Balai Kota, Kamis 4 Desember 2025 seperti dilansir Antara.

Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar mengatakan, pihaknya masih mendiskusikan hal ini dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ramdani juga berbicara mengenai rencana pengembangan jalur baru LRT Jakarta ke wilayah utara.

Ramdani mengungkapkan bahwa PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sudah memiliki kajian LRT Jakarta yang mencakup rute ke Manggarai, JIS, Dukuh Atas hingga Halim Perdanakusuma. Namun, untuk menyambung ke PIK masih dikaji.

Adapun pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B hingga minggu kedua November 2025 telah mencapai 80,57 persen.

"Memang stasiun yang paling maju adalah Stasiun Rawamangun, sekitar 91,69 persen," kata Ramdani.

Selain itu, untuk pembangunan viaduk atau jembatan kereta telah mencapai 95,40 persen.

Kemudian, pembangunan Stasiun Pramuka BPKP telah mencapai 65,29 persen, Stasiun Pasar Pramuka (45,24 persen), Stasiun Matraman (65,89 persen) serta Stasiun Manggarai (30,42 persen).

 

DKI Lanjut Bangun Giant Sea Wall Tahun Depan, Pramono Harap Kewenangan Pusat Juga Dikebut

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pentingnya untuk mempercepat pembangunan tanggul raksasa (Giant Sea Wall) yang masuk dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, saat ini, masih ada belasan kilometer tanggul yang belum dibangun dan memerlukan bantuan pemerintah pusat.

"NCICD atau Giant Sea Wall, tanggul raksasa yang harus dibangun total oleh DKI Jakarta sepanjang 28,2 kilometer, sudah terbangun 11,8 kilometer yang menjadi tanggung jawab Jakarta dan belum terbangun adalah 19 kilometer," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan, pembangunan NCICD menjadi prioritas karena menjadi bagian dari upaya mitigasi jangka panjang terhadap ancaman banjir rob di wilayah pesisir. DKI Jakarta harus memperkuat perlindungan garis pantai agar risiko banjir pesisir dapat diminimalkan.

"Di tahun 2025 yang sudah kita bangun dengan NCICD adalah kawasan Ancol sepanjang 1,2 kilometer. Tanggul mitigasi wilayah Muara Angke 1,1 kilometer. Bywalk Pluit dari 600 meter yang sudah selesai 400 meter," ucap Pramono.

Pramono juga berharap agar pemerintah pusat bisa mempercepat pengerjaan segmen tanggul laut yang menjadi kewenangannya, sehingga perlindungan pesisir Jakarta dapat optimal.

"Mudah-mudahan yang untuk tanggung jawab pemerintah pusat segera juga dilakukan. Karena memang ini sudah mendesak untuk segera dilakukan," terang Pramono.

Menurutnya, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan Giant Sea Wall pada 2026. Segmen tanggul laut yang akan dibangun ialah di Pluit, Muara Angke, dan Kali Blencong.

"Di tahun 2026 ini, kami sudah menganggarkan untuk melanjutkan NCICD untuk Pluit sepanjang 530 meter, Muara Angke 350 meter, Kali Blencong 750 meter," pungkas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6