Wamenkes Dante: Korban Banjir Sumatera Mulai Terserang Demam dan Tifus

Korban bencana dan banjir sumatera mulai mengalami sakit demam dan tifus. Dari total 75 kabupaten/kota yang ada di tiga provinsi di Sumatera tersebut, 50 kabupaten/kota di antaranya terdampak.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Korban banjir Sumatera alami demam dan tifus pasca bencana.
  • Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda tangani 50 kabupaten/kota terdampak.
  • Empat strategi Kemenkes meliputi penanganan luka, revitalisasi, obat, dan nakes.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menuturkan, masyarakat korban banjir Sumatera sudah banyak yang mulai mengalami demam hingga tifus. Penyakit ini muncul pasca bencana banjir dan tanah longsor.

“Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, ada yang sudah banyak yang demam, sudah banyak yang sakit tifus, dan sebagainya,” kata Dante di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/12/2025). 

Menurut Dante, masyarakat yang mengalami sakit akan mulai ditangani dengan strategi khusus. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) di lokasi bencana.

“Hampir setiap hari kita melakukan vidcon (video conference) di Kementerian Kesehatan dengan Kepala Dinas seluruh daerah yang berdampak,” jelasnya. 

Dante menjelaskan, dari total 75 kabupaten/kota yang ada di tiga provinsi di Sumatera tersebut, 50 kabupaten/kota di antaranya terdampak. Dia menyebut bahwa pemerintah pusat selalu melakukan evaluasi setiap hari.

Empat Strategi

Dante merinci, setidaknya ada empat strategi yang dilakukan Kemenkes di sektor kesehatan untuk korban banjir Sumatera. Yang pertama, penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka.

“Kedua adalah melakukan revitalisasi pelayanan kesehatan yang terdampak dan tidak bisa beroperasi,” ujar dia. 

Ketiga, distribusi bantuan obat-obatan. Keempat, memobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah terdampak bencana. 

“Sehingga bisa mendapatkan pelayanan yang lebih optimal untuk mereka berdampak,” kata Dante.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6