Banjir Rob Mengancam, Pramono Awasi Ketat 6 Titik Tanggul di Jakarta

Pramono akan memperketat pengawasan terhadap seluruh tanggul menyusul kebocoran tanggul di Muara Baru dan ancaman banjir rob di wilayah pesisir Jakarta.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 17:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI perketat pengawasan tanggul rawan banjir rob, termasuk Muara Baru.
  • Pemprov DKI bantu perbaiki tanggul bocor meski bukan tanggung jawab utama.
  • Percepatan pembangunan Giant Sea Wall (NCICD) jadi prioritas utama.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal memperketat pengawasan terhadap seluruh tanggul menyusul kebocoran tanggul di Muara Baru dan ancaman banjir rob di wilayah pesisir Jakarta.

Pramono menyebut, seluruh tanggul yang berada di titik rawan kini berada dalam pemantauan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Memang beberapa tanggul sekarang ini sedang dimonitor sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Ia menyampaikan, titik-titik yang mendapat perhatian khusus, antara lain Muara Angke, bywalk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru, RE Martadinata, dan Marunda Pulo.

Kebocoran di Muara Baru, yang berada di wilayah hilir Pelindo, disebut Pramono sebagai pengingat bahwa tekanan air laut sedang tinggi dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

“Tanggul di Muara Baru ini di kawasan Nizam Zachman, bagian hilir dari Pelindo. Sebenarnya ini menjadi tanggung jawab Pelindo,” ujar dia.

Meski bukan kewenangan langsung, Pemprov DKI tetap melakukan tindakan darurat. Bagian tanggul yang mengalami kebocoran telah ditambal oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

“Pemerintah Jakarta sedang membantu untuk penambalan kebocoran yang terjadi, walaupun sebenarnya bukan tanggung jawab kami,” kata Pramono.

 

Prediksi Puncak Rob

Dia menekankan bahwa langkah cepat menambal tanggul diperlukan karena puncak rob diprediksi terjadi di Jakarta pada 5 Desember 2025 pukul 09.00 WIB. Penanganan tanggul yang bocor juga dilakukan serentak dengan monitoring di titik lain.

Selain melakukan mitigasi langsung, Pramono menegaskan, percepatan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) menjadi prioritas.

“NCICD atau Giant Sea Wall yang harus dibangun sepanjang 28,2 kilometer sudah terbangun 11,8 kilometer. Dan belum terbangun adalah 19 kilometer,” katanya.

Pramono merinci, sejumlah progres yang telah dicapai Pemprov DKI ialah pembangunan NCICD, tanggul laut di kawasan Ancol sepanjang 1,2 kilometer, tanggul mitigasi wilayah Muara Angke 1,1 kilometer, serta Bywalk Pluit 400 meter. Pada 2026, DKI telah menganggarkan pembangunan lanjutan di Pluit, Muara Angke, dan Kali Blencong.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6