Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 5 Desember 2025: Langit Jabodetabek Hujan Siang hingga Malam

Langit Jakarta dan Sekitarnya diprediksi akan berawan tebal disertai hujan dengan intensitas ringan pada Jumat (5/12/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal disertai hujan dengan intensitas ringan pada Jumat (5/12/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan seluruh wilayah Jakarta akan berawan tebal pada Jumat pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, kecuali wilayah kepulauan seribu yang akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Pada siang hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali kepulauan seribu yang diprediksi akan berawan tebal.

Hujan dengan intensitas ringan ini, diprediksi akan bertahan hingga malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, kecuali Jakarta pusat yang akan kembali berawan tebal.

Sementara untuk wilayah penyangga Jakarta, Kota Bogor, Jawa Barat diperkiraan akan berawan pada pagi hari, sedangkan Kota Depok dan Kota Bekasi diprediksi akan berawan tebal.

Pada siang hari, Kota Depok dan Kota Bekasi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali Kota Bogor yang akan diguyur hujan disertai dengan petir. Sedangkan untuk malam hari, serentak akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. 

Lalu, di wilayah Kota Tangerang, Banten, diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, dan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada siang hari yang bertahan hingga malam hari.

Berikut informasi cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id: 

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal   Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu   Hujan Ringan  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Bekasi   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Depok   Berawan Tebal  Hujan Ringan   Hujan Ringan
 Kota Bogor   Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan

Cuaca Ekstrem Mengintai, Warga Jabar Diimbau Siaga Banjir dan Longsor

Pemda Jabar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim hujan, yang diprediksi berlangsung dua kali, yaitu Desember 2025 dan Februari hingga Maret 2026. Prediksi dari BMKG ini menjadi dasar bagi Pemprov Jabar untuk mendorong langkah mitigasi sejak awal.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, mengatakan curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga pergerakan tanah. Ia meminta masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan dan mengambil langkah pencegahan sebelum cuaca ekstrem terjadi.

"Puncak musim hujan berada di depan mata. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor," ujar Teten di Bandung, Kamis 4 Desember 2025.

Menurut Teten, upaya sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan memiliki dampak besar dalam mengurangi risiko banjir.

Sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air dan memperburuk kondisi saat hujan lebat. Ia menekankan pentingnya memastikan saluran air, selokan, dan drainase tetap bersih dan berfungsi.

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, Teten mengingatkan agar waspada terhadap tanda-tanda awal pergerakan tanah seperti munculnya retakan, perubahan kemiringan bangunan, atau suara pergeseran tanah.

"Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera menjauh dan menuju area aman. Pastikan seluruh anggota keluarga memahami jalur evakuasi terdekat," katanya.

Teten juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi angin puting beliung. Warga diminta tidak berlindung di bawah pohon, menjauhi papan reklame atau bangunan rapuh, serta menepi ketika berkendara jika cuaca semakin buruk.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak hanya soal kesiapan teknis, tetapi juga perilaku dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aktivitas seperti penebangan pohon dan alih fungsi lahan dapat memperbesar risiko bencana.

"Kalau kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Mengembalikan fungsi alam adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana," tegasnya.

Pemprov Jawa Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026. Selama periode cuaca ekstrem ini, Pemprov Jabar dan BPBD terus memperkuat koordinasi dengan 27 kabupaten/kota untuk memastikan kesiapsiagaan di seluruh daerah tetap optimal.

Segera Mengungsi Jika Temukan Tanda Ini

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini masih melanda wilayah Kota Bandung. 

Farhan meminta keselamatan jadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan dengan kontur rawan longsor. 

Farhan mengingatkan, tanda-tanda struktural pada bangunan tidak boleh diabaikan.

"Cuaca ekstrem kali ini jangan dianggap remeh sama sekali karena kita tidak pernah tahu besaran curah hujan yang terjadi. Jadi apabila sudah melihat ada retakan di bangunan, segera mengungsi. Kita tidak mau sampai terjadi apa-apa," ujarnya. 

Instruksi ini ditegaskan setelah Pemkot Bandung memindahkan dua keluarga dari Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap yang rumahnya telah menunjukkan retakan akibat pergerakan tanah. 

"Kami berprinsip, dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana, kami memastikan tidak boleh ada jatuh korban," tegas Farhan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6