Fenomena Supermoon dan Curah Hujan Disebut Berpotensi Ganggu Aktivitas di Pelabuhan Merak–Bakauheni

BMKG memperingatkan bahwa fenomena super moon dan tingginya curah hujan pada awal dan akhir Desember 2025 berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum di Pelabuhan Merak–Bakauheni.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG prediksi super moon dan hujan tinggi ganggu operasional Pelabuhan Merak-Bakauheni.
  • Peningkatan muka air laut berpotensi mengganggu bongkar muat dan pelayaran kapal.
  • BMKG siapkan pos pantau cuaca dan peringatkan risiko banjir rob di pesisir Banten.

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memandang adanya fenomena super moon dan curah hujan tinggi pada awal dan akhir Desember 2025, berpotensi menganggu operasional bongkar muat dan pelayaran di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Hal ini dikarenakan ada potensi peningkatan tinggi muka air laut maksimum di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di sana.

"Kalau kita bilang maksimum, pasti akan ada dampaknya, pasti akan ada dampak untuk bongkar muat," jelas Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Merak Trian Asmarahadi, seperti dilansir dari Antara, Selasa (3/12/2025).

Untuk meminimalkan risiko, kata dia, BMKG telah menyiapkan pos pemantauan cuaca Nataru di sejumlah dermaga bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, yang akan bekerja secara real time untuk memonitor gelombang pasang dan perubahan dinamika laut.

Menurutnya, informasi cuaca jangka pendek menjadi kunci agar pengelola pelabuhan dapat menyesuaikan jadwal bongkar muat maupun keberangkatan kapal.

"Jadi kami terus menginformasikan kepada pihak KSOP, kami menginformasikan potensi-potensi cuaca, apabila ada cuaca buruk, untuk satu jam ke depan atau tiga jam ke depan," ungkap Trian.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut agar tak mengabaikan kondisi cuaca, terlebih saat puncak arus mudik dan balik Nataru.

"Dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebih. Apabila ada cuaca buruk, kami akan informasikan dan KSOP akan bertindak untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang pada saat Nataru," kata Trian.

 

 

Risiko Banjir Rob

Selain potensi gangguan di Pelabuhan Merak, BMKG juga mencatat risiko banjir rob di beberapa wilayah pesisir Banten.

Peningkatan air laut ini dapat berdampak pada permukiman, tambak, dan aktivitas ekonomi pesisir.

Prediksi BMKG menunjukkan rob akan melanda pesisir utara Serang dan Tangerang pada 5–13 dan 20–26 Desember 2025, pesisir Selat Sunda barat Pandeglang pada 10–16 dan 23–24 Desember 2025, dan pesisir selatan Pandeglang dan Lebak pada 9–17 dan 21–28 Desember 2025

BMKG meminta masyarakat pesisir untuk memantau informasi berkala, mengamankan barang berharga, dan menghindari aktivitas di area yang rawan terendam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6