Basarnas Gunakan Jalur Laut dan Udara untuk Distribusi Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii mengatakan, pihaknya mengerahkan berbagai sarana, mulai dari laut hingga udara, untuk menyalurkan bantuan logistik ke Sumatera.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan berbagai sarana, mulai dari laut hingga udara, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

Ia menjelaskan bahwa seluruh armada yang tersedia di Kantor SAR telah digunakan secara maksimal dalam operasi kemanusiaan ini. Kapal-kapal dan berbagai sarana laut dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat kerusakan akses darat.

"Kemudian untuk jalur-jalur logistik, kita juga menggunakan seluruh sarana yang ada di Kantor SAR berupa kapal-kapal, sarana laut, dan juga kekuatan udara, Badan SAR Nasional juga mengerahkan pesawat yang dari Tanjung Pinang," kata Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

"Kemudian yang dari Jakarta atau dari Bogor, dan juga yang dari Surabaya kita rapatkan ke sana," sambungnya.

Selanjutnya, untuk pencarian korban bencana tersebut pihaknya menggunakan anjing pelacak atau K-9. "Pencarian, karena memang sudah mulai terbuka, kita sudah menggunakan K9 untuk membantu," ujarnya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, penggunaan K-9 ini dikarenakan kondisi lokasi yang mempunyai kesulitan pasca banjir dan adanya lumpur.

"Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri," jelasnya.

"Kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah K-9. Mungkin itu," pungkasnya.

Jalur Medan-Aceh Tamiang Mulai Dibuka Terbatas

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, jalur Medan, Sumatera Utara, menuju Aceh Tamiang, Aceh, sudah bisa dilintasi.

"Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas," kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025). 

Abdul menuturkan, besok 3 Desember 2025 pagi, jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100 persen. "Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan," ungkap dia.

Abdul menegaskan sampai hari ini, bantuan logistik tetap disalurkan melalui jalur udara. Untuk Aceh Tamiang, Deputi 4 BNPB telah memerintahkan helikopter untuk mengirimkan dukungan dengan metode air drop di beberapa titik seperti lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka.

"Adapun jenis dan kuantitas barang yang dikirim dalam tahap ini meliputi makanan siap saji 100 pack, hygiene kit 100 buah, paket sembako 50 pack, selimut 100 lembar, matras 100 lembar, alat kebersihan 25 buah," tutur dia.

Bawa Dampak Positif

Abdul berharap, dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe ini bisa membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan seluruh komponen yang bertugas di lapangan selama tanggap darurat hingga pemulihan nanti.

"Setelah akses mulai terbuka, maka distribusi bantuan logistik dan permakanan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi serta pembersihan material dapat lebih mudah dilakukan secara maksimal dan menyeluruh," kata dia. 

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6