Bertemu Diaspora Indonesia di Jerman, Pramono Ungkap Rencana 'LPDP Jakarta' dan Perluasan KJMU S2-S3

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertemu dengan diaspora Indonesia di Berlin, Jerman dalam rangkaian kunjungan kerjanya pada pada Jumat 28 November 2025.

Diterbitkan 29 November 2025, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono Anung ajak diaspora bangun Jakarta sebagai kota global.
  • Jakarta prioritaskan pendidikan merata dan perluas beasiswa hingga luar negeri.
  • Transportasi publik Jakarta meningkat, masuk peringkat global dan Asia Tenggara.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertemu dengan diaspora Indonesia di Berlin, Jerman dalam rangkaian kunjungan kerja atau kunkernya pada pada Jumat 28 November 2025. Dalam pertemuan itu, dia bicara soal peran strategis diaspora dalam membangun Jakarta sebagai kota global.

“Jakarta dibangun mulai dari masyarakatnya. Jakarta bertekad membangun kota yang ramah dan inklusif untuk semua warganya,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, diterima Sabtu (29/11/2025).

Ia menyampaikan, akses pendidikan yang merata menjadi prioritas dalam kepemimpinannya di DKI Jakarta. Tak hanya menambah jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang kini telah mencakup 707.513 peserta didik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga melakukan pemutihan ijazah dengan target 6.652 peserta didik sepanjang tahun 2025.

“Dengan pemutihan ijazah, mereka bisa melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja. Diharapkan, kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” ungkap Pramono.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penyaluran bantuan pendidikan tinggi berupa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) juga akan diperluas cakupannya hingga jenjang S2 dan S3. Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan beasiswa untuk bersekolah ke luar negeri.

“Kami akan adakan ‘LPDP versi Jakarta’. Harapannya, anak-anak muda di Jakarta semakin terpacu dan mendapatkan kesempatan bersekolah di luar negeri, kemudian kembali ke Jakarta untuk bersama-sama membangun kota,” ujarnya.

Pramono juga memaparkan berbagai upaya Jakarta bertransformasi sebagai kota global. Salah satunya meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi publik, mulai dari meningkatkan ekspansi transportasi publik ke daerah penyangga dengan menghadirkan Transjabodetabek.

“Jakarta berada di posisi ke-17 dari 50 kota terbaik di dunia untuk transportasi publik berdasarkan survey TimeOut 2025. Bahkan, Jakarta menduduki peringkat kedua transportasi terbaik di Asia Tenggara,” ungkapnya.

 

Cari Solusi Hadapi Permasalahan Warga

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa Jakarta juga sigap mencari solusi bagi berbagai permasalahan warga. Seperti, menghadirkan pelican crossing di Stasiun KRL Cikini untuk memudahkan akses bermobilitas yang sebelumnya dikeluhkan para pengguna KRL, memulihkan fasilitas transportasi umum pasca-unjuk rasa, serta menghadirkan Blok M Hub sebagai ruang UMKM dan kreatif yang terintegrasi.

Pramono mengajak diaspora Indonesia agar terlibat dalam mewujudkan Jakarta sebagai Top 50 Global City. Para diaspora Indonesia berpotensi berkontribusi dalam sejumlah pilar, seperti bisnis dan ekonomi; ketenagakerjaan; pariwisata dan branding; lingkungan yang berkelanjutan; infrastruktur dan mobilitas; riset dan inovasi; serta tata kelola kelembagaan.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan diaspora. Melalui knowledge exchange untuk transfer ilmu dan teknologi baru dalam menyelesaikan tantangan Kota Jakarta, serta membentuk dewan ahli diaspora untuk memberikan masukan pada sektor strategis,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6