Prabowo Tanggapi Kemungkinan Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional untuk Sumatera

Prabowo memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi komprehensif sebelum memutuskan penetapan status darurat bencana nasional.

Diterbitkan 28 November 2025, 22:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo memantau situasi bencana di Sumatera sebelum putuskan status darurat nasional.
  • Pemerintah terus kirim bantuan logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak.
  • Sumatera Utara alami dampak terparah dengan 116 korban jiwa, terutama Tapanuli Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menanggapi permintaan publik mengenai kemungkinan penetapan status darurat bencana nasional setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Prabowo mengatakan pemerintah masih terus melakukan pemantauan situasi di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Ya nanti kita monitor terus,” ujar Prabowo saat ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

Prabowo memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi komprehensif sebelum memutuskan penetapan status darurat bencana nasional. Ia menyampaikan bahwa distribusi bantuan dan dukungan logistik tetap berjalan.

“Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” kata Prabowo.

Berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Kepala BNPB Suharyanto, bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat menyebabkan 23 orang meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 terluka, sementara 3.900 kepala keluarga (KK) mengungsi. Dua daerah terdampak terparah ialah Kota Solok dan Padang Pariaman.

“Dari 3.900 kepala keluarga ini, yang banyak pengungsi adalah di Padang Pariaman sekitar 3.208 KK, dan di Kota Solok sekitar 600 KK,” kata Suharyanto, dikutip dari Antara.

 

Bencana di Tapanuli Tengah Sumut Terparah

Suharyanto menjelaskan bahwa dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara, skala dampak di Sumatera Barat relatif lebih ringan. Menurutnya, wilayah paling parah berada di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Sama dengan di Sumatera Utara dan di Aceh, ini juga ada beberapa jalur transportasi yang masih memerlukan perbaikan, memerlukan apa, disambung kembali,” ujarnya.

Data Dampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Untuk Provinsi Aceh, tercatat 35 korban jiwa, 25 orang hilang, dan 8 orang terluka, serta 4.846 keluarga harus mengungsi hingga Jumat (28/11/2025).

Sementara itu, jumlah korban meninggal di Provinsi Sumatera Utara mencapai 116 orang, sedangkan 42 orang masih dalam proses pencarian.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6