Gus Yahya Didesak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Ipul: Para Ulama akan Ambil Keputusan

Menurut Gus Ipul, hal paling bijak saat ini yang harus dilakukan semua pihak adalah menunggu dengan sabar dan tidak beropini.

Diterbitkan 24 November 2025, 14:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sekjen PBNU Gus Ipul menanggapi desakan mundur Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.
  • Gus Ipul meminta semua pihak bersabar karena ini masalah internal PBNU.
  • Keputusan akan diambil jajaran Suriyah PBNU, pengumuman resmi segera.

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menanggapi dinamika di institusi besar Nahdliyin usai munculnya risalah rapat harian Syuriyah, yang mendesak KH. Yahya Cholil Staquf untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum PBNU.

Menurut Gus Ipul, hal paling bijak saat ini yang harus dilakukan semua pihak adalah menunggu dengan sabar dan tidak beropini.

"Namanya Nahdlatul Ulama yang memimpin adalah para ulama, para ulama akan mengambil keputusan sesuai dengan nilai-nilai agama, dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Nah untuk itu saya berharap semua bersabar dan tidak beropini," kata Gus Ipul kepada awak media di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Gus Ipul menegaskan, apa yang tengah terjadi di PBNU saat ini adalah masalah internal. Karenanya, dia meminta jangan ada pihak yang berspekulasi.

"Sekali lagi di sini saya sampaikan bahwa itu adalah masalah internal yang akan diselesaikan dengan cara-cara ulama ya, tentu kita harapkan semua ikut bersabar tidak terjebak dalam spekulasi, tunggu pengumuman resmi," minta dia.

Diketahui, melalui hasil Risalah rapat harian Syuriyah, harusnya KH Yahya Cholil harus mengundurkan diri terhitung tiga hari sejak Risalah rapat harian Syuriyah sejak ditandatangani pada 20 November 2025.

Namun sampai hari ini, pria karib disapa Gus Yahya itu belum kunjung melakukannya. Bahkan kemarin, saat jumpa pers, Gus Yahya tetap berdiri sebagai ketua umum PBNU.

 

Instruksi Gus Ipul pada Pengurus Daerah

Menjawab hal itu, Gus Ipul kembali memastikan, penjelasan lebih detail akan disampaikan oleh jajaran suriyah.

"Prinsipnya sekali lagi, saya minta ke pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) bersabar tetap berada pada frekuensinya mengikuti perkembangan resmi.

"Kita serahkan kepada mereka yang memiliki otoritas sesuai AD/ART yang memiliki otoritas itu jajaran Suriyah PBNU, yakni Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam. Semuanya mengikuti, saya juga tidak berkomentar terlalu banyak. Nanti ditunggu saja mungkin satu dalam dua hari ada penjelasan," kata Gus Ipul.

Berikut isi risalah rapat harian Syuriyah:

a. KH. Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.

b. Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6