Said Abdullah: Pemilih Muda Jadi Fondasi Pembaruan Strategis PDIP Jatim

Ia menyoroti komposisi pemilih yang masih didominasi Gen X dan Baby Boomers sebesar 54,3 persen. Sementara pemilih muda( Gen Z dan Milenial) baru mencapai 35,7 persen.

Diterbitkan 23 November 2025, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa gelaran Red Talk di Surabaya menjadi momentum penting bagi partainya untuk memperbarui strategi politik dan komunikasi berbasis data serta aspirasi publik.

Said menyebut temuan-temuan dalam acara tersebut menjadi peta jelas arah suara rakyat, terutama terkait kebutuhan ekonomi dan tuntutan pemilih muda.

“Acara ini memberi kami peta yang jelas tentang arah suara rakyat. PDI Perjuangan Jawa Timur harus menata ulang strategi berdasarkan data, bukan sekadar insting politik,” ujar Said dalam acara Red Talk di Diandra Convention Centre, Surabaya, Sabtu (22/11/2025).

“Rakyat ingin kedekatan, kejelasan program, dan kepemimpinan yang mampu menghadirkan keberpihakan nyata,” tambahnya.

 

Citra Positif Tapi Tantangan Regenerasi Pemilih

Said menanggapi paparan Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa citra PDI Perjuangan di Jawa Timur mencapai 57,5 persen, lebih tinggi dari angka nasional.

Loyalitas pemilih juga berada di angka 88,2 persen, termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Namun, ia menyoroti komposisi pemilih yang masih didominasi Gen X dan Baby Boomers sebesar 54,3 persen. Sementara pemilih muda (Gen Z dan Milenial) baru mencapai 35,7 persen.

“Kita tidak boleh lengah. Pemilih senior setia, tetapi masa depan politik berada di tangan pemilih muda. Regenerasi pemilih harus dipersiapkan dengan cara yang tepat,” kata Said.

 

Empat Langkah Tindak Lanjut

Lebih lanjut, Said menyampaikan empat langkah tindak lanjut yang akan ditempuh PDI Perjuangan Jawa Timur.

1. Menguatkan Politik yang Menjawab Kebutuhan Ekonomi Harian

Partai akan memperkuat fokus pada isu-isu mendasar seperti stabilitas harga pangan, perlindungan pekerja informal, penguatan petani kecil, dan dukungan bagi UMKM.

“Partai harus hadir di ruang dapur rakyat. Politik yang jauh dari persoalan ekonomi sehari-hari tidak akan mendapat tempat di hati warga,”tegas Said.

2. Pendekatan Politik Lintas Generasi

Strategi ini mencakup penguatan basis loyalis, pendekatan berbasis data bagi pemilih rasional, serta program pendidikan politik modern bagi pemilih muda.

“Tidak ada regenerasi yang boleh terlewat. Semua lapisan harus kita rangkul dengan pendekatan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Said.

3. Memaksimalkan Peran Unit Media PDI Perjuangan Jawa Timur

Unit Media yang telah beroperasi 18 tahun bakal menjadi mesin narasi publik, terutama di ruang digital. Fungsi utamanya meliputi produksi konten digital, penyampaian rekam jejak program kerakyatan, serta monitoring isu publik.

“Inilah saatnya Unit Media kita mengambil peran strategis. Bukan sekadar dokumentasi, tetapi sebagai mesin narasi yang membentuk persepsi publik secara positif dan terukur,” tutur Said.4. Meneguhkan Integritas sebagai Identitas Politik

Said menegaskan bahwa aspirasi publik menuntut kepemimpinan yang dekat dan bebas dari politik transaksional. PDI Perjuangan Jawa Timur akan memperkuat disiplin kader, memastikan standar integritas, dan menyinkronkan kerja kader legislatif serta eksekutif.

“Rakyat ingin bukti, bukan klaim. PDI Perjuangan Jawa Timur akan memastikan seluruh kader bekerja dengan integritas dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” tegasnya.

 

Fondasi Pembaruan untuk Masa Depan

Said menuturkan bahwa seluruh hasil Red Talk akan dijadikan fondasi pembaruan PDI Perjuangan Jawa Timur untuk menghadapi dinamika politik ke depan, mulai dari pemilih muda yang semakin kritis hingga tantangan ekonomi rakyat.

“Zaman bergerak cepat. Kami menjadikan hasil Red Talk sebagai panduan untuk memperkuat partai dan memastikan keberpihakan kami benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Said.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6