Preman Mabuk Dibacok Pedagang Pecel Lele, Gara-Gara Sering Ganggu Jualan

Setiap mabuk minuman keras, korban kerap membuat keributan dan merusak barang dagangan pelaku. Bahkan, hingga mengusir konsumen yang sedang makan pecel ayam di tempat pelaku.

Diterbitkan 20 November 2025, 17:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pedagang pecel lele melukai tiga preman mabuk di Cileungsi, Bogor.
  • Pelaku W membacok korban U dengan kapak karena sering membuat onar.
  • W dan keponakannya ditangkap polisi usai keributan tersebut.

Liputan6.com, Jakarta Tiga preman mengalami luka usai terlibat keributan dengan pedagang pecel lele di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (19/11/2025) malam. Pelaku berinisial W, pemilik warung pecel lele ditangkap polisi usai kejadian tersebut. 

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menjelaskan keributan terjadi sekitar pukul19.00 WIB. Mulanya, korban berinisial U diketahui anggota sebuah Organisasi Kemasyarakatan (ormas) bersama dua pemuda lainnya nongkrong di warung.  

Dalam kondisi mabuk minuman keras, korban U mendatangi tempat jualan milik pelaku. Keduanya lantas bertikai hingga pelaku membacok korban dengan sebuah kapak. 

"Korban jalan dalam kondisi mabuk, datang ke tempat jualan pelaku lalu terjadilah keributan. Si tukang pecel lele ini langsung mengarahkan kapaknya ke korban," kata Edison, Kamis (20/11/2025). 

Seorang teman korban yang juga pemilik warung di lokasi itu mencoba membantunya. Namun, korban terlebih dahulu dipukul sebelum menyerang pelaku. 

"Niatnya pemilik warung di sebelahnya anggota LSM itu ikutan membantu. Tapi sebelum bertindak, sudah dihantam sama pedagang pecel ayam secara spontan," ungkapnya. 

Begitu juga satu teman korban lainnya, yang mencoba membantu malah ikut kena hajar. 

"Dari tiga orang, satu luka bacok dan dua lainnya luka ringa. Korban dilarikan ke rumah sakit. Sekarang ada yang sudah pulang, ada juga yang masih dirawat," terangnya. 

Akumulasi Kemarahan Pedagang Pecel Lele

Dalam kejadian ini, Polsek Cileungsi telah mengamankan dua pelaku, yakni pedagang pecel lele dan keponakannya. 

"Saat kejadian, keponakan pelaku sempat memegang tubuh korban karena dia (korban) membawa golok," ucapnya. 

Edison menyebut keributan pada Rabu malam akibat akumulasi kemarahan pelaku terhadap U.  

Setiap mabuk minuman keras, korban kerap membuat keributan dan merusak barang dagangan pelaku. Bahkan, hingga mengusir konsumen yang sedang makan pecel ayam di tempat pelaku. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6