Operasi Zebra Jaya 2025, Polisi Ungkap Maraknya Penggunaan Pelat Diplomatik dan TNI-Polri Palsu

Direktorat Lalu Lintas atau Dirlantas Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Zebra Jaya 2025 selama dua pekan pada 17–30 November 2025.

Diterbitkan 17 November 2025, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas atau Dirlantas Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Zebra Jaya 2025 selama dua pekan pada 17–30 November 2025. Penyalahgunaan kode Korps Diplomatik (CD) dan pelat TNI-Polri palsu turut jadi sasaran operasi.

"Banyak ditemukan kendaraan-kendaraan yang menyamarkan ataupun memalsukan penggunaan plat Diplomatik untuk kendaraan-kendaraan umum. Ini juga akan kita sasar, termasuk juga kendaraan ataupun penggunaan plat TNI, Polri yang tidak sesuai dengan ketentuan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Dia mengatakan, sebanyak 2.939 personel, terdiri dari Satgas Polda, jajaran Polres, serta dukungan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk menyisir jalanan.

Komarudin menegaskan, polisi tak lagi menunggu di satu titik, melainkan bergerak aktif mencari pelanggar, terutama di jalur yang kerap jadi langganan aksi pelanggaran lalu lintas.

"Tidak lagi menggunakan pola razia stasioner, tapi kita lebih menggunakan hunting system. Nanti akan banyak personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan akan menyisir ruas-ruas jalan yang biasanya banyak sekali terjadi pelanggaran di luar dari 127 ruas jalan yang terpantau langsung oleh kamera ETLE," papar dia.

Menurut Komarudin, perangkat ETLE mobile ikut dimaksifkan. Kamera ini bisa menangkap pelat depan-belakang, menyasar pengendara yang sengaja mencopot pelat belakang demi lolos dari pengawasan ETLE statis.

"Ada kecenderungan menghindari tangkapan kamera ETLE. Kalau yang ETLE statis itu hanya bisa melihat, me-capture dari depan, tapi kalau ETLE Mobile ini depan dan belakang bisa di-capture," ucap dia.

 

11 Jenis Pelanggaran

Komarudin menyebut, setidaknya 11 jenis pelanggaran menjadi target, mulai dari helm, pengendara di bawah umur, kecepatan tinggi, kendaraan tanpa TNKB, mabuk saat berkendara, balapan liar, hingga penyalahgunaan pelat khusus seperti pelat diplomatik palsu atau pelat TNI-Polri yang tidak sesuai aturan.

"Ini di antara beberapa target operasi yang akan kita sasar selama 4 hari ke depan," terang dia.

Komarudin menjelaskan, Operasi Zebra menggunakan komposisi tindakan: 40% preemtif, 40% preventif, dan 20% penegakan hukum, baik ETLE maupun tilang konvensional. Khusus pelanggaran seperti mabuk dan balap liar. Komarudin menegaskan tilang manual tetap diberlakukan.

"Penegakan hukum ini juga dibagi dari beberapa item, di antaranya penegakan hukum menggunakan ETLE statis, penegakan hukum dengan ETLE Mobile, dan juga penegakan hukum dengan menggunakan tilang konvensional," papar dia.

Komarudin berharap operasi ini kembali menggugah disiplin warga Jakarta. Dengan mobilitas akhir tahun yang kian padat, penertiban dianggap penting agar angka kecelakaan tidak terus meningkat.

"Sehingga kita bisa menekan angka pelanggaran dan mudah-mudahan berdampak dari kita juga bisa menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya," terang dia.

Dia mengatakan, operasi tahun ini lahir dari situasi yang mengkhawatirkan. Hingga Oktober, pelanggaran tembus 500 ribu kasus, memicu 11 ribu kecelakaan, dan menyebabkan lebih dari 600 korban tewas.

"Data di Jasa Raharja juga eh cukup memprihatinkan. Sampai dengan Oktober sudah 100 miliar lebih anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pembayaran santunan terhadap korban kecelakaan lalu lintas, baik meninggal dunia, luka-luka, eh dan lain sebagainya," tandas Komarudin.

 

Operasi Zebra Jaya 2025 Dimulai, Polda Metro Jaya Kerahkan 2.939 Personel

Sebeelumnya, Polda Metro Jaya kembali menggelar Operasi Zebra Jaya 2025 selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025.

Sebanyak 2.939 personel, terdiri dari Satgas Polda, jajaran Polres, serta dukungan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait lainnya dikerahkan.

"Operasi ini akan melibatkan 2.939 personel," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Eko mengatakan, operasi tahun ini difokuskan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih kerap terjadi di wilayah Jabodetabek. Dia berharap operasi ini dapat mendongkrak disiplin masyarakat dalam berkendara.

"Perlu diingat bersama kalau operasi zebra jaya bertujuan untuk menurunkan pelanggaran mengurangi kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan masyarkat dalam berlalu lintas," jelas Eko.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6