Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang dinilai sangat berjasa pada negara semasa hidupnya. Salah satunya Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, tokoh asal Sumatera Barat.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres 116/TK tahun 2025 tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional. Rahmah mendapatkan gelar pahlawan karena kiprahanya di sebagai pendidik dan pejuang kemerdekaan yang dedikasinya paling menonjol dalam memelopori pendidikan perempuan Islam di Indonesia.Lantas siapakah Rahmah El Yunusiyyah?
Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah bukan sosok baru dalam perjalanan pendidikan Tanah Air. Dia lahir pada 26 Oktober 1900 di Nagari Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai reformator pendidikan Islam dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Rahmah El Yunusiyyah wafat pada 26 Februari 1969.
Advertisement
Rahmah adalah anak bungsu dari pasangan ulama terkemuka Muhammad Yunus al-Khalidiyah dan Rafiah. Kakak sulungnya, Zainuddin Labay El Yunusy, merupakan tokoh pembaharu sistem pendidikan Islam Diniyah School dan menjadi inspirator bagi Rahmah. Sejak kecil, Rahmah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap pendidikan dan agama.
Rahmah sempat belajar di Diniyah School yang dipimpin kakaknya, namun merasa tidak puas dengan sistem koedukasi yang diterapkan. Ia kemudian mengambil inisiatif untuk mendalami agama dengan menemui beberapa ulama Minangkabau. Selain pendidikan agama, Rahmah juga mempelajari ilmu kebidanan dan mengikuti kursus kesehatan dari dokter-dokter di Sumatera Barat.
Peran Rahma El Yunusiyyah di Dunia Pendidikan
Rahmah El Yunusiyyah adalah tokoh penting dalam pendidikan Islam di Indonesia, khususnya bagi perempuan. Pada 1 November 1923, ia mendirikan Madrasah Diniyah Lil al-Banat, yang kemudian dikenal sebagai Diniyyah Puteri, sebagai sekolah agama Islam khusus perempuan pertama di Indonesia. Motivasi utama Rahmah mendirikan sekolah ini adalah ketidakpuasannya terhadap sistem koedukasi yang tidak memberikan kenyamanan bagi pelajar perempuan.
Ia ingin agar perempuan memperoleh pendidikan yang sesuai dengan fitrah mereka dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum di Diniyyah Puteri memadukan pendidikan agama dan umum, serta dilengkapi dengan kompetensi tambahan seperti memasak, menyulam, dan ilmu kebidanan.
Tujuan dari madrasah ini adalah menciptakan dan mempersiapkan perempuan yang terdidik dan mandiri. Perguruan Diniyyah Puteri terus berkembang, membuka berbagai kelas dan program pendidikan, termasuk Kulliyat al Mu'alimat al Islamiyah pada tahun 1937 untuk mencetak tenaga guru muslimah profesional.
Keberadaan Diniyyah Puteri menginspirasi Universitas Al-Azhar Mesir untuk membuka Kulliyatul Banat, fakultas yang dikhususkan untuk perempuan. Bahkan karena konsistensinya di dunia pendidikan, Rahmah menjadi wanita pertama yang dianugerahi gelar "Syaikhah" oleh Universitas Al-Azhar Kairo.
Â
Advertisement
Gerakan di Dunia Politik
Di sejumlah penelusuran lainnya, Rahmah juga memelopori pembentukan unit perbekalan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Padang Panjang. Hingga akhirnya dia ditangkap dan ditahan oleh Belanda pada Januari 1949 karena perjuangannya.
Setelah masa-masa itu, dia kemudia mengabdikan diri sebagai anggota DPR mewakili Masyumi pada Pemilu 1955, meskipun ia kemudian tidak menghadiri sidang karena mendukung Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407758/original/057612600_1762753340-WhatsApp_Image_2025-11-10_at_09.52.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)