Survei Indikator: Kejagung Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik, Ungguli KPK dan Polri

Kejagung berada di urutan ketiga lembaga yang paling dipercaya publik, di bawah TNI (94 persen) dan Presiden (93 persen). Namun untuk lembaga penegakan hukum, Kejagung melampaui Komisi Pemberantasan Korupsi (70 persen) dan Polri (66 persen).

Diterbitkan 08 November 2025, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kejaksaan Agung menjadi institusi penegak hukum paling dipercaya publik.
  • Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung mencapai 76% menurut survei Indikator.
  • Kepercayaan tinggi karena penanganan kasus mega-korupsi yang berani dan transparan.

Liputan6.com, Jakarta- Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi institusi di bidang penegakan hukum dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi. Tingkat kepercayaan terhadap institusi itu mencapai 77 persen.

"Tngkat kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung mencapai 76% (10% Sangat Percaya dan 66% Cukup Percaya). Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang tertinggi dalam hal kepercayaan publik," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran secara virtual, Sabtu (8/11/2025).

Kejagung berada di urutan ketiga lembaga yang paling dipercaya publik, di bawah TNI (94 persen) dan Presiden (93 persen). Namun untuk lembaga penegakan hukum, Kejagung melampaui Komisi Pemberantasan Korupsi (70 persen) dan Polri (66 persen).

Penyebab Kepercayaan Publik pada Kejagung Tinggi

Burhanuddin menyebut tingginya kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung ini disebabkan keberanian lembaga tersebut dalam menangani kasus-kasus mega korupsi dengan kerugian negara yang besar. Mulai dari, korupsi tata kelola minyak mentah hingga korupsi timah.

"Angka 76 persen untuk Kejaksaan Agung ini adalah sinyal positif dari publik. Kejaksaan berhasil mengkapitalisasi penanganan kasus-kasus mega-korupsi yang sangat menarik perhatian publik," jelas dia.

Burhanuddin mengatakan masyarakat menilai Kejaksaan Agung tidak tebang pilih dalam membongkar kasus mega korupsi. Tak hanya itu, kata dia, Kejagung juga transparan dengan memamerkan hasil sitaan kasus korupsi kepada masyarakat.

"Publik melihat Kejaksaan tidak tebang pilih dan menunjukkan keberanian dalam membongkar kejahatan kerah putih dengan kerugian negara yang fantastis," tutur Burhanuddin.

Survei Indikator dilakukan secara tatap muka, dalam rentang 20-27 Oktober 2025. Adapun total responden sebanyak 1.220 orang, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6