Survei PRI: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran 82,44 Persen

Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, mengatakan tingginya kepuasan publik tak lepas dari program-program merakyat yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Diterbitkan 05 November 2025, 17:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat kepuasan publik terhadap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terbilang tinggi. Survei nasional Pusat Riset Indonesia (PRI) mencatat 82,44 persen masyarakat merasa puas dengan kinerja keduanya.

Sementara, warga yang mengaku tidak puas hanya 14,20 persen dan 3,36 persen sisanya memilih tidak berpendapat.

Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, mengatakan tingginya kepuasan publik tak lepas dari program-program merakyat yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dan ibu hamil, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program ketahanan energi, pangan, koperasi Merah Putih, serta pengurangan pajak yang baru-baru ini dijalankan.

"Kinerja Prabowo Subianto sudah bagus," ujar dia.

Survei PRI memetakan program paling disukai publik. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat menempati urutan pertama dengan 20,55 persen penilaian positif.

Disusul penegakan hukum dan pemberantasan korupsi 15,25 persen, perbaikan ketahanan energi 14,60 persen, dan pengentasan kemiskinan 11,36 persen.

Publik juga menilai positif program kesehatan gratis, pembangunan ekonomi kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih, hingga kebijakan perumahan untuk warga kecil.

"Tingkat kepuasan publik yang menyatakan puas sekitar 82,44 persen uraiannya sangat memuaskan 14,89 persen dan cukup memuaskan 67,55 persen; publik yang tidak puas sebesar 14,20 persen uraiannya tidak memuaskan 10,55 persen dan sangat tidak memuaskan 3,65 persen; namun masih terdapat masyarakat yang tidak memberikan pendapatnya alias tidak tahu/tidak sekitar 3,36 persen," ucap dia.

 

Elektabilitas Gerindra

Tingginya kepuasan publik disebut berdampak langsung pada elektabilitas Partai Gerindra. Deni menyebut elektabilitas partai Partai Gerindra melonjak tajam menjadi 22,13 persen, dari sebelumnya 13,22 persen pada Pemilu 2024.

“Gerindra mengalami tren positif menyentuh angka 8,91 persen dari saat pelaksanaan pemilu 2024 sebesar 13,22 persen, saat di survei periode Oktober 2025 ini meningkat menjadi sekitar 22,13 persen," ucap dia.

Sementara itu, Partai Golkar menempati posisi kedua dengan 17,21 persen.

"Hal ini tidak lain dampak dari menguatnya dua instrumen, yakni sosok Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sekaligus Menteri ESDM dan solidnya infrastruktur mesin partai Golkar," tegas Deni.

Sebaliknya, PDIP justru mengalami penurunan elektabilitas, dari 16,72 persen menjadi 14,10 persen.

"PDIP mengalami penurunan menjadi 14,10 persen dari hasil pemilu 2024 16,72 persen, jadi penurunannya sekitar 2,62 persen," ujar Deni.

Sementara itu, PKB tercatat 8,15 persen, disusul Demokrat dan PAN masing-masing 7,89 persen, NasDem 7,48 persen, dan PKS 6,15 persen.

"Hasil survei menunjukkan Demokrat juga mengalami kenaikan dampak dari kadernyaAHY ikut serta dalam kabinet menyukseskan program pemerintahan Prabowo Gibran. PAN tidak ketinggalan mengalami kenaikan atau trend positif dampak ketua umumnya Zulkifli Hasan masuk dalam kabinet Prabowo Gibran. Sementara data menunjukkan PKB, Nasdem dan PKS mengalami trend negatif atau penurunan," ujar dia.

Menariknya, partai nonparlemen PSI menunjukkan tren positif, naik dari 2,81 persen di 2024 menjadi 4,25 persen pada Oktober 2025. Sebaliknya, PPP justru terjun bebas dari 3,87 persen menjadi 1,85 persen.

"Sementara masyarakat yang masih ngambang (swing vooters) belum menentukan sikap sekitar 2,38 persen," ucap dia.

 

Metode Survei

Survei PRI ini dilakukan pada 10 Oktober sampai 20 Oktober 2025, melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dengan Metode menggunakan simple random sampling, responden yang terdistribusi secara acak di seluruh nusantara di 38 Provinsi, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, sebagai pemilih ketika survey dilakukan, diambil secara proporsional pada tingkat Provinsi dan random di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT.

Survei digelar pada 10 s/d 20 Oktober 2025. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sampel responden yang diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia. Deni membeberkan, pertanyaan yang diajukan kepada responden yang terpilih, terkait satu tahun kepemimpinan Presiden/Wakil Presiden dan Elektabilitas Partai Politik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6