Fadli Zon Temui Prabowo di Istana, Bahas Gelar Pahlawan Nasional

Berdasarkan informasi, Prabowo diagendakan menyematkan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.

Diterbitkan 05 November 2025, 15:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kebudayaan Fadli Zon menemui Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/11/2025). Fadli Zon irit bicara saat ditanya awak media soal apa yang akan dibahas dengan Prabowo.

Namun, Fadli Zon tak menampik saat ditanya apakah salah satu hal yang dibahas bersama Prabowo yakni, mengenai usulan nama penerima gelar Pahlawan Nasional. Berdasarkan informasi, Prabowo diagendakan menyematkan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.

"Nanti kita laporkan, nanti setelah ini lah ya," kata Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/11/2025).

"Ya laporan, nanti kita lihat, ini mau laporan," sambungnya.

Dia tak menjawab ketika ditanya apakah Presiden kedua RI Soeharto akan menerima gelar Pahlawan Nasional. Fadli Zon menyebut dirinya akan melaporkan kepada Prabowo terlebih dahulu terkait masukan dari sejumlah pihak.

"Bukan saya mau laporan dulu perkembangan dari yang masukan," ujarnya.

Prabowo Sudah Terima Nama Calon Pahlawan Nasional

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima nama 40 tokoh yang diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional. Menurut dia, Prabowo tengah mempelajari nama-nama yang diusulkan oleh Dewan Gelar dan Tanda Jasa.

"Nama Pahlawan kami sudah menerima secara resmi dari Kemensos, hasil dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa. Sedang dipelajari oleh Bapak Presiden karena memang cukup banyak nama-nama yang diajukan," kata Prasetyo di ANTARA Heritage Center Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).

Dia mengakui Presiden kedua RI Soeharto menjadi salah satu tokoh yang diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Namun, kata Prasetyo, Prabowo belum memutuskan siapa saja tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Jadi mohon waktu, nanti kalau sudah waktunya dan Bapak Presiden sudah mengambil keputusan, nanti akan kami umumkan," ujarnya.

"Termasuk (Soeharto) yang diusulkan," sambung Prasetyo.

Nama 40 Calon Pahlawan Nasional

Prasetyo menyebut tidak ada batasan yang mengatur jumlah tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional setiap tahunnya. Dia menyampaikan rencananya tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

"Ya, kita upayakan seperti itu (tanggal 10 November). Biasanya seperti itu," ucap Prasetyo.

Terdapat 40 nama yang diusulkan oleh Kementerian Sosial untuk memperoleh gelar pahlawan nasional, yakni aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, Marsinah, Presiden RI ke-2 Soeharto (Jawa Tengah), Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Syaikhona Muhammad Kholil; Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri; KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang; Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan), dan Jenderal TNI Purn. Ali Sadikin (Jakarta).

Selanjutnya ada Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), H.M. Sanusi (Jawa Timur), K.H Bisri Syansuri (Jawa Timur), H.B Jassin (Gorontalo), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), H. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur), dr. Kariadi (Jawa Tengah), dan R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesomo (Jawa Tengah).

Kemudian, Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah), Raden Soeprapto (Jawa Tengah), Mochamad Moeffreni Moe'min (Jakarta), KH Sholeh Iskandar (Jawa Barat), Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat), Zainal Abidin Syah (Maluku Utara), Gerrit Agustinus Siwabessy (Maluku), Chatib Sulaiman (Sumatera Barat), dan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6