Liputan6.com, Jakarta Rika Amelia, sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah di Karawang, Jawa Barat. Di antara terik Matahari, Rika bersama ribuan guru lainnya datang ke Jakarta, Kamis (30/10/2025). Mereka turun ke jalan, menuntut kesejahteraan.
Bagi Rika, menjalani hidup sebagai guru honorer di Indonesia bukan perkara mudah. Di balik profesi yang penuh pengabdian, banyak dari mereka yang harus mencari pekerjaan sampingan. Apa boleh buat, semua demi mencukupi kebutuhan hidup yang tak bisa terpenuhi dari gaji seorang guru. Apalagi guru honorer.
“Kalau cuma ngandelin gaji guru, enggak cukup buat biaya anak dan rumah,” kata Rika Amelia saat berbincang dengan Liputan6.com.
Advertisement
Sepulang mengajar murid-muridnya di sekolah, Rika berjualan di depan rumahnya. Dia menjual kudapan ringan. Rika sadar betul, gaji sebagai seorang guru tidak bisa membuat perut kenyang.
Gajinya hanya Rp 500.000 per bulan. Jelas tak sebanding dengan besarnya pengorbanan dan tanggung jawab di sekolah.
Cerita senada datang dari Amelia (42). Seorang guru madrasah di Trenggalek, Jawa Timur. Sudah lebih dari 20 tahun dia mengajar, tapi gajinya tidak bisa membuatnya sejahtera.
Setiap malam, Amelia harus membuka les privat. Dia harus bekerja lebih keras demi masa depan sang anak. Pekerjaan sampingan ditempuh agar bisa menambah penghasilan.
“Kalau malam saya les privat, buat nambah uang kuliah anak,” ujarnya.
Di Sekolah Belum ada Komputer
Selain soal gaji, para guru honorer juga dihadapkan pada keterbatasan fasilitas sekolah. Pemerintah mewajibkan pelaksanaan ujian berbasis komputer (ANBK). Kesulitan dihadapi para guru dan tenaga pengajar. Sebab, fasilitas tak memungkinkan.
“Di sekolah kami belum ada komputer sama sekali. Kami pinjam laptop pribadi guru untuk ujian,” ungkap Amelia.
Alhasil, satu laptop milik sekolah dipakai bergantian oleh puluhan siswa dengan sistem sif. Karena jumlah perangkat yang tersedia sangat terbatas.
Padahal, kebijakan ujian berbasis komputer sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, bantuan fasilitas dari pemerintah masih belum merata, terutama untuk sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama dan daerah terpencil.
Advertisement
Tetap Mengabdi di Tengah Keterbatasan
Meski bergulat dengan gaji rendah dan fasilitas terbatas, para guru honorer tetap menunjukkan dedikasi tinggi terhadap profesinya. Mereka datang jauh-jauh ke Jakarta untuk menyuarakan harapan di aksi demonstrasi guru honorer di kawasan Monas.
“Kami berharap pemerintah bisa mendengar suara kami. Kami hanya ingin disejahterakan dan disamakan dengan guru di bawah dinas,” kata Rika dengan mata berkaca-kaca.
Bagi mereka, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian. Namun, pengabdian itu butuh dihargai, agar mereka tak lagi harus memilih antara mengajar murid atau mencari nafkah tambahan demi keluarga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397775/original/052195400_1761815873-Amelia_guru_honorer.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8476480/original/018602000_1782387198-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_12.58.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7841059/original/077310200_1780662468-34488__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7833118/original/063098300_1780653532-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6705287/original/085241600_1779523985-20260523_114248.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5727165/original/083891300_1778619669-pemerintah-diminta-sediakan-subsidi-untuk-guru-honorer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6428079/original/068203300_1779296817-image__28_.jpg)