Prabowo Tak Takut Dikoreksi: Apa Saya Otoriter? Rasanya Enggak Sih

Prabowo menganggap sebagai pemimpin, mendapatkan kritikan maupun koreksi sebagai hal yang baik.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo tidak takut kritik, bahkan soal gaya kepemimpinan otoriter.
  • Prabowo menganggap koreksi dan kritik sebagai hal baik untuk pemimpin.
  • Ia berkomitmen memberantas praktik kotor dan mafia dalam pemerintahan.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mengatakan seorang presiden tak boleh takut dengan koreksi atau kritik yang disampaikan masyarakat. Prabowo pun mendapati adanya komentar soal gaya kepemimpinannya yang otoriter.

"Tapi jadi presiden yang benar jangan takut dikoreksi. Jadi malam-malam saya buka (podcast), apa iya ya, apa memang saya otoriter?" kata Prabowo saat menghadiri pemusnahan 214,8 ton narkoba di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Namun, dia merasa gaya kepemimpinannya tidak otoriter. Kendati kerap dongkol apabila mendengar isi podcast, Prabowo selalu mencatatnya sebagai bahan untuk koreksi diri.

"Rasanya (saya) enggak (otoriter) sih," ucapnya.

 

Koreksi untuk Kebaikan

Prabowo menganggap kritikan maupun koreksi sebagai hal yang baik. Menurut dia, seorang pemimpin tidak boleh takut apabila difitnah maupun kritik.

"Jadi ini bagus koreksi ini baik dan saya punya filosofi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh diikuti oleh rasa sakit hati, jangan," tutur Prabowo.

Jangan Ada Mafia Dalam Pemerintahan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik kotor dalam pemerintahan. Dia menekankan tidak boleh ada pemerintahan dalam pemerintahan yang diam-diam merugikan rakyat.

"Tidak boleh ada pemerintahan dalam pemerintahan. Tidak boleh ada mafia dalam pemerintah," tegas Prabowo dalam acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Prabowo juga mengingatkan, tidak boleh ada orang pintar dalam pemerintahan yang mengakali pemimpin dan rakyat. Apalagi sampai menggunakan sistem untuk mengambil kekayaan negara.

"Saya perhatikan ada, mereka bercokol menggunakan sistem untuk mencuri uang negara," kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6