Menko Muhaimin Dorong Program SMK Go Global, Siapkan 500 Ribu PMI ke Luar Negeri

Pria karib disapa Cak Imin itu mengatakan, peluang kerja di luar negeri saat ini sangat terbuka, khususnya di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan teknis tinggi seperti pengelasan bawah laut dan hospitality.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah meluncurkan program SMK Go Global siapkan tenaga terampil berdaya saing global.
  • Program ini membuka peluang kerja luar negeri, target 500 ribu PMI lulusan SMK.
  • SMK Go Global fokus perencanaan karier, penguasaan bahasa, dan jiwa wirausaha.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan, komitmen pemerintah menyiapkan tenaga terampil Indonesia melalui program SMK Go Global.

Dia menjelaskan, program terkait digagas bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.

“Hari ini, Saya bersama Pak Menteri KP2MI membahas khusus tentang paket program yang namanya SMK Go Global,” ujar Menko PM Muhaimin usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko PM, seperti dikutip Sabtu (25/10/2025).

Pria karib disapa Cak Imin itu mengatakan, peluang kerja di luar negeri saat ini sangat terbuka, khususnya di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan teknis tinggi seperti pengelasan bawah laut dan hospitality.

“Peluang pasar kerja di luar negeri begitu terbuka. Masih terbuka di bidang welder, terutama las bawah laut. Kita siapkan agar ada 500 ribu PMI lulusan SMK yang bisa kerja di luar negeri,” jelasnya.

 

Perencanaan Karier

Dia memastikan, Program SMK Go Global tidak hanya menyiapkan siswa untuk bekerja di luar negeri, tetapi juga membangun perencanaan karier sejak dini.

“Solusi jangka menengahnya adalah agar SMK-SMK membuat perencanaan bagi calon siswanya yang sejak awal memang mau bekerja di luar negeri. Sehingga aspek bahasa menjadi kebutuhan dasar sejak semester pertama,” ungkap Cak Imin.

Ia menambahkan, penguasaan bahasa asing menjadi kunci daya saing global. Selain Bahasa Inggris, juga Bahasa Jepang, desain talenta ini dipersiapkan sejak calon siswa sampai menjadi lulusan SMK dengan perencanaan yang matang.

 

Aspek Pemberdayaan

Lebih jauh, Menko PM menekankan bahwa lembaga pendidikan harus memiliki aspek pemberdayaan yang kuat.

“Pendidikan vokasi harus melahirkan dua hal: pertama, lulusan yang siap bekerja dan punya kemampuan bahasa; kedua, lulusan yang punya jiwa wirausaha,” dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6