GCP Dukung Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas di Era Prabowo

Prabowo dinilai berani dalam mengembalikan aset negara yang dikuasai pihak-pihak tertentu

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 19:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Cinta Prabowo (GCP) dan Gerakan Asta Cita Nasional (GAN) menggelar refleksi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam satu tahun masa kepemimpinan, melalui Forum Dialog Nasional yang diselenggarakan di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Jumat (17/10).

Menurut Ketua GCP, Kurniawan, refleksi menjadi bagian dari perjalanan kebangsaan untuk memberi masukan konstruktif bagi Presiden. Dia menilai, meski baru setahun menjabat, Presiden Prabowo telah menunjukkan gebrakan besar, khususnya dalam bidang pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

“Selama 365 hari, sudah ada sekitar 80 kasus korupsi yang berhasil diungkap. Ini prestasi yang patut diapresiasi,” kata Kurniawan seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Kurniawan menambahkan, Prabowo juga dinilai berani dalam mengembalikan aset negara yang dikuasai pihak-pihak tertentu. Hal itu dinilainya sebagai bukti nyata keberanian seorang pemimpin yang tidak takut melawan mafia.Ada lima poin yang menjadi catatan untuk kinerja Presiden Prabowo selanjutnya.

Pertama, menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendukung Prabowo tetap solid. Kedua, meminta Prabowo tidak ragu mengambil keputusan strategis. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap pembantu yang tidak loyal. Keempat, memperbanyak kunjungan ke daerah. Kelima, menjaga soliditas relawan dalam menghadapi dinamika politik nasional.

“GCP juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola program makan bergizi gratis agar terhindar dari penyimpangan. Niat baik Prabowo harus didukung dengan sistem pengawasan yang kuat. Sebagus apa pun programnya, kalau pelaksananya tidak jujur, hasilnya bisa rusak. Karena itu, kita dorong Presiden untuk bersih-bersih dari koruptor,” tegas dia.

Kurniawan menekankan, dalam pelaksanaan program prioritas penting dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. Khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengaku, GCP sudah memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam MBG di berbagai wilayah dan diharapkan ke depan tidak akan ada lagi masalah seperti keracunan atau penyalahgunaan bahan pangan.

“Dengan konsistensi dan dukungan masyarakat, program-program Prabowo akan menunjukkan hasil signifikan di tahun ketiga kepemimpinannya,” yakin dia.

Dia meyakini, kegiatan refleksi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara rakyat dan pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa perubahan yang dijanjikan benar-benar berjalan, dengan partisipasi publik yang aktif dan kritis,” Kurniawan menandasi.

 

Bersih-Bersih

Sebagai informasi, dalam Forum Dialog Nasional hadir sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari akademisi, ekonom, hingga pengamat politik.

Salah satunya Said Didu yang menyampaikan bahwa saat ini Prabowo tengah berusaha berih-bersih sapu kotor. Menurut dia, sapu kotor harus segera dibuang agar tidak menghalangi langkah Prabowo dalam memperbaiki tata kelola negeri.

“Pak Prabowo harus segera membuang semua sapu-sapu kotor yang masih ada di dalam, sapu-sapu kotor yang ada di dalam pasti ketakutan atas langkah Prabowo untuk melakukan pembersihan,” ujar Said.

Sementara itu, Eks Pimpinan KPK Laode Syarief melihat Prabowo memiliki niat yang kuat untuk memberantas korupsi. Hal itu terbaca dari sejumlah pernyataan saat berpidato di publik.

“Saya pikir kelihatan ada girah untuk memberantas korupsi itu. Misalnya Pak Prabowo mengatakan bahwa koruptor sampai ke kutub utara pun kita akan buru nomor satu. Nomor dua mengatakan bahwa tadi harus dihukum maksimum seperti itu, beliau juga mengatakan bahwa undang-undang pemulihan aset atau perampasan aset akan segera diundangkan nah itu kita tunggu dan masyarakat berharap untuk itu,” tutur Laode.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6