Viral Menu MBG di Depok, Penjelasan Pihak SPPG: Dalam Pangsit Berisi Telur sampai Daging Ayamnya

Kepala dapur MBG Mampang 1 Pancoran Mas, Mustika Fie, menjelaskan bahwa pangsit dalam menu tersebut bukan sekedar kosong, melainkan berisi campuran telur, daging ayam, tahu, dan daun bawang.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah akun media sosial mengunggah foto menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima di sebuah sekolah di Depok yang berisi sebuah jeruk, tiga potong kentang rebus, potongan wortel, satu keripik pangsit, dan saus tomat saset. Hal ini kemudian jadi viral.

Terkait hal itu, Kepala dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1 Pancoran Mas, Mustika Fie mengatakan, menu MBG yang viral itu bukanlah pangsit kosongan saja.

"Pangsit itu sebenarnya bukan hanya pangsit, namun di dalamnya itu terdapat telur ayam, daging ayam, dan tahu, serta daun bawang yang memang kami kemas secara jadi satu di kulit pangsit," kata dia, di Depok, Selasa (7/10/2025). 

Mustika menjelaskan, pemilihan menu MBG tersebut berdasarkan analisis ahli gizi beserta tim koki, dan seluruh tim.

Pemilihan menu berkaca dari hasil evaluasi SPPG Mampang 1 Pancoran Mas, melihat sisa makanan pada food waste atau sampah makanan.

"Itu sampai lima kantong itu isinya nasi, sayur terbuang. Nah maka dari itu, kami di hari Kamis mencoba merancang menu kembali supaya anak itu tidak bosan," jelas Mustika.

Perancangan makanan tetap mengedepankan kentang sebagai pengganti nasi atau karbohidrat. Wortel sebagai pengganti sayuran dan pangsit dikemas menjadi satu berisikan telur ayam, daging, tahu, dan daun bawang.

"Jadi pangsit dikemas menjadi satu berisikan telur ayam, daging, tahu, dan daun bawang," jelas dia.

 

Klaim Sesuai Standar BGN

Mustika menjelaskan, SPPG Mampang 1 saat ini melayani lima sekolah dengan total 2.890 siswa. Selain itu, pihaknya juga kerap mendengar masukan dari orang tua siswa sampai dengan komite sekolah.

"Kami mengambil langkah untuk bertemu dengan para orang tua murid termasuk komite, kemudian ada kepala sekolah dan kebetulan mitra juga sebagai pemilik dapur, kemudian ahli gizi, serta akuntan kami pun melakukan klarifikasi. Bahwasannya memang kesalahan kami pada tampilan menu itu kurang menarik," terang Mustika.

Meski dari penampilan penyajian pihaknya mengalami kekurangan, dia mengklaim apa yang diberikan ke siswa sesuai standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).

 

"Kita mengacu pada standar ketentuan badan gizi nasional, dimana ada karbohidrat, protein hewani, nabati, kemudian ada buah, lalu ada sayur," jelas dia.

 

Ahli Gizi SPPG Mampang 1 Pancoran Mas Minta Maaf

Sementara, Ahli Gizi SPPG Mampang 1 Pancoran Mas, Deni Rizky Iftitah meminta maaf jika pihak sekolah dan orang tua siswa masih tak merasa puas. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi.

"Kami menyajikan menu kentang, wortel rebus, pangsit. Namun tampak terlihat luar itu tidak seperti ada kandungan protein nabatinya, karena itu dibalut dengan kulit pangsit dan juga digoreng," jelas dia.

Deni pun mengklaim, bahwa apa yang disajkian sudah mengacu pada ajuran Kementerian Kesehatan dan standar BGN.

"Sesuai dengan standarnya, dari standar Badan Gizi Nasional itu untuk anak SD, kalorinya sekitar 350-an," tuturnya.

Deni merinci, untuk kentang misalnya mencapai 32 kalori (kkal). "Untuk telur ayam dan tahu pangsit tadi, total energinya itu ada pada 22,83 kkal," kata dia.

Sedangkan untuk wortel, mencapai 39,38 kkal, satu butir jeruk 130 gram berisikan 113,3 kkal. Sehingga total mencapai 333 kkal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6