Ikut Bantu Turunkan Stunting, Ratusan Ibu di Tangerang Ikuti Wisuda ASI

Ramaini mengaku senang, penghargaan plakat ASI Eksklusif yang diberikan Bupati Tangerang kepada para ibu ini, bisa menjadi pacuan semangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Diterbitkan 30 September 2025, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ratusan ibu diwisuda karena sukses ASI eksklusif, bantu cegah stunting anak.
  • Angka stunting di Tangerang turun signifikan berkat ASI eksklusif dan kolaborasi.
  • Pemkab Tangerang berkomitmen tingkatkan kesehatan masyarakat melalui program terpadu.

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan ibu menyusui, diberi apresiasi karena dianggap membantu cegah stunting pada anak di usia emasnya. Mereka diwisuda dan mendapat piagam penghargaan lulus meng-ASI-hi secara eksklusif pada periode 6 bulan pertama usia anak.

Ada 133 bayi yang minum Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, mereka berasal dari puskemas-puskemas yang telah terpantau sejak sang ibu hamil.

"Kami selaku ahli gizi di tingkat kecamatan yang menentukan hasil seleksi bagi bayi eksesif ASI," kata Ramaini, ahli gizi dari Puskemas Gembong, Balaraja, mewakili para wisudawan ASI, Selasa (30/9/2025).

Ramaini mengaku senang, penghargaan plakat ASI Eksklusif yang diberikan Bupati Tangerang kepada para ibu ini, bisa menjadi pacuan semangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Sementara, Sekretaris Daerah Soma Atmaja mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan sinergi menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai kabupaten ramah ASI. Dia menyebut, ibu-ibu yang diwisuda sebagai pejuang sejati, karena menyusui merupakan perjuangan penuh cinta dan pengorbanan.

"Penuh pengorbanan, tidak bisa dianggap remeh. Harus siaga, mau malam, tengah malam, pagi, siang, mempertahankan kualitas dan intensitas ASI, maka sangat pantas disebut pejuang sejati untuk keberlangsungan 6 bulan pertama usia anaknya,"ujar Soma.

 

Pentingnya ASI Ekslusif 6 Bulan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr.Hendra Tarmizi mengatakan Wisuda ASI tidak hanya sebagai bentuk penghargaan. Tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif 6 bulan dalam menekan angka stunting.

Sebab terbukti, penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang di 3 kecamatan, yakni Pagedangan, Tigaraksa dan Teluknaga, terjadi secara drastis dan menunjukan angka tren positif.

"Data terbaru angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil ditekan dari 7,7 persen pada tahun 2024 menjadi 7,3 persen di tahun 2025," ujarnya.

Bukan hanya karena ASI Eksklusif saja, penurunan tersebut merupakan buah kerja bersama, sinergi dan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan OPD, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media.

Pihaknya monitoring tiap kecamatan untuk mencocokkan data Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S) dan memberikan arahan kepada petugas Puskesmas, desa, kelurahan dan para kader agar target pencapaian penurunan stunting dari tahun ke tahun semakin maksimal.

Sementara, Bupati Tangerang Moch.Maesyal Rasyid menyatakan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat. Dia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, puskesmas, desa, hingga kader PKK bergerak bersama demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang sehat dan sejahtera.

"Pemeriksaan calon pengantin, ibu hamil, hingga balita harus rutin. Persalinan sebisa mungkin dilakukan di fasilitas kesehatan, bukan di rumah,” kata Maesyal.

Langkah-langkah nyata sudah dilakukan Pemkab Tangerang seperti penguatan program pelayanan kesehatan gratis dan aktivasi BPJS PBI dengan program MMR Gemilang kependekan dari Mendekatkan, Menjamin, kesehatan Rakyat. 

"Mari kita tingkatkan sinergi lintas sektor agar target penurunan stunting, Angka Kematian Ibu - Angka Kematian Bayi (AKI-AKB), pengendalian Tuberculosis (TBC), serta layanan kesehatan gratis dapat tercapai optimal. Karena ini bukan hanya program, tapi kewajiban kita menjaga kesehatan masyarakat,” kata Maesyal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6