Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39).
Hal ini disampaikan Direktur Kepatuhan HAM Instansi Pemerintah KemenHAM, Henny Tri Rama Yanti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
"Kementerian HAM tidak dapat mengintervensi proses penegakan hukum yang merupakan ranah aparat penegak hukum. Oleh kerena itu, Kementerian HAM tidak dapat menyimpulkan tentang apa penyebab kematian Arya Daru Pangayunan," kata Henny.
Advertisement
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya menghormati dan mendukung langkah hukum yang kini tengah ditempuh keluarga Arya Daru.
"Kementerian HAM menghormati dan mendukung upaya penegakan hukum oleh keluarga Arya Daru Pangayunan untuk mengungkapkan kebenaran materiil dan menegakkan keadilan atas kematian Arya Daru Pangayunan," ujarnya.
Henny menambahkan, kesimpulan polisi tidak seharusnya dijadikan keputusan final.Â
"Hasil kesimpulan tentang kematian Arya Daru Pangayunan yang telah disampaikan oleh Kepolisian RI seyogyanya tidak dijadikan kesimpulan final yang menutup sama sekali kemungkinan adanya dugaan lain penyebab kematian," pungkasnya.
Pengacara Temui Pimpinan Komisi III DPR
Sementara itu, penasihat hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, menemui Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Rabu (3/9). Ia menyampaikan surat permohonan agar DPR menggelar RDP terkait kasus kematian staf Kemlu tersebut.
"Dalam rangka difasilitasi untuk mengungkap kasus kematian misterius dari almarhum Arya Daru. Dan tadi sudah diterima surat itu oleh Pak Habiburokhman, ketua Komisi III," kata Nicholay di Kompleks Parlemen Senayan.
Ia menegaskan jadwal RDP akan ditentukan langsung oleh anggota dewan. "Secepatnya, dan kami percaya Komisi III akan mengagendakan secepatnya," ujarnya.
Â
Dugaan Pembunuhan Berencana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366158/original/094257300_1759218881-1000081770.jpg)
Â
Nicholay juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga. Ia menyatakan kuat dugaan kematian Arya Daru bukan bunuh diri, melainkan pembunuhan berencana.
"Saya sekali lagi katakan, ini pembunuhan berencana. Yang direncanakan sedemikian rapi, sedemikian rupa, hampir sempurna, tapi ada yang tercecer. Karena kejahatan tidak selamanya sempurna," tegasnya.
Ia merujuk pada kondisi jenazah yang ditemukan dengan wajah dililit lakban, tubuh memar, serta dibungkus plastik. "Masa orang bunuh diri, dia lukain tubuhnya, dia plastikin kepalanya, dililit kepalanya dengan lakban, diselimuti baru dia mati. Tanda tanya kan?" ujar Nicholay.
Arya Daru ditemukan tewas di kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7). Hingga kini, keluarga korban mendesak pengusutan tuntas kasus tersebut.
Â
Reporter: Nur Habibie
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365953/original/063082000_1759211254-1000081677.jpg)