Agus Suparmanto Gelar Tasyakuran: Mengaku Terpilih jadi Ketum PPP, Tegaskan Muktamar Sesuai AD/ART

Agus meminta semua pihak untuk bersatu membangun PPP. Permintaan itu juga dia tujukan untuk Mardiono.

Diterbitkan 28 September 2025, 18:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Agus Suparmanto terpilih Ketua Umum PPP, adakan tasyakuran.
  • Agus ajak semua pihak, termasuk Mardiono, bersatu bangun PPP.
  • Muktamar X PPP ricuh karena perebutan ketua umum antara dua kubu.

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum terpilih PPP, Agus Suparmanto mengadakan tasyakuran Muktamar X PPP di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (28/9/2025).

Sejumlah tokoh hadir, salah satunya mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP 2020-2025, Arwani Thomafi.

“Alhamdulilah tadi pagi saya terpilih sebagai ketua umum,” kata Agus di Ancol, Minggu (28/9/2025).

Ajak Semua Pihak Bersatu

Agus meminta semua pihak untuk bersatu membangun PPP, termasuk pada pihak Mardiono.

“Muktamar sudah usai, mari bersatu kami mengajak semua pihak baik di dalam, di luar untuk bersatu membangun PPP,” ungkapnya.

Syukuran Atas Keterpilihan Agus

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy (Rommy) menyatakan acara sore ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya Agus.

“Rasa syukur kita atas terpilihnya Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum. Muktamar PPP X telah usai dan telah terpilih Agus Suparmanto dan 12 Formatur,” ungkapnya.

Muktamar X PPP Ricuh

Muktamar X PPP di Ancol berlangsung ricuh. Muktamirin terlibat baku hantam hingga lempar kursi. Bahkan ada yang dilarikan ke rumah sakit. Pemicunya soal siapa ketum yang pantas memimpin PPP berikutnya.

Dari tiga kandidat, yang paling menguat nama Mardiono dan Agus Suparmanto. Pendukung Mardiono ingin plt dikukuhkan jadi ketum. Sementara kubu Agus ingin ada perubahan. Kondisi itulah yang memicu suasana panas di arena muktamar. 

Di saat situasi ricuh, kubu Mardiono mengklaim dipilih secara aklamasi. Sebaliknya, kubu Agus mengklaim mantan mendag itulah yang dipilih secara aklamasi dan sah di muktamar X.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6