Meski Sudah Damai, Anggota TNI Pukul Pengemudi Ojol di Pontianak Tetap Diproses Hukum

Yusri membenarkan adanya insiden anggota TNI memukul seorang pengemudi ojol di Pontianak, Kalimantan Barat, pekan lalu.

Diperbarui 22 September 2025, 12:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Letda AF dan pengemudi ojol berdamai, namun penyidikan kasus tetap berlanjut.
  • Pemukulan terjadi akibat emosi Letda AF saat terburu-buru bawa anak sakit.
  • TNI akan proses hukum Letda AF hingga pengadilan militer sebagai ketegasan.

Liputan6.com, Jakarta- Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, prajurit TNI berinisial Letda AF telah berdamai dengan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Pontianak yang diduga dipukulinya. Namun, penyidikan kasus tersebut tetap dilanjutkan.

“Kedua belah pihak sudah berdamai, tetapi proses penyidikan berjalan, berlanjut,” kata Yusri, Senin (22/9/2025).

Yusri membenarkan adanya insiden anggota TNI memukul seorang pengemudi ojol di Pontianak, Kalimantan Barat, pekan lalu. Dia menduga, insiden terjadi karena prajurit itu terbawa emosi di jalan raya.

“Pelaku dalam ini mungkin, ya, ini kan terjadinya di jalan, mungkin karena emosi atau apa sehingga terjadi pemukulan. Sebenarnya itu tidak boleh,” ujarnya.

Dia tidak membenarkan tindakan prajurit TNI tersebut. Maka dari itu, dia mengimbau jajaran untuk menghindari kesalahpahaman dengan masyarakat yang berujung tindakan kekerasan.

“Kita juga sudah mengingatkan, ya, sering para dansat (komandan satuan) mengingatkan pada anggotanya untuk menghindari jangan sampai terjadi selisih paham dengan masyarakat. Itu yang sudah kita laksanakan selama ini,” tuturnya.

Kronologi Anggota TNI Pukul Driver Ojol

Wakil Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Letnan Kolonel Infanteri Agung W. Palupi mengatakan, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XII/Tanjungpura akan memproses Letda AF secara hukum hingga ke persidangan militer.

"Proses hukum akan berlanjut sampai ke pengadilan militer. Mari kita percayakan sepenuhnya pada mekanisme yang berlaku," kata Agung di Sungai Raya, Kalimantan Barat, Minggu (21/9).

Agung mengatakan, kasus pemukulan yang terjadi di Jalan Seruni, Panglima Aim, Pontianak Timur, itu telah ditangani sesuai prosedur. Dia meminta masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Dijelaskannya, insiden terjadi pada Sabtu (20/9) pukul 14.00 WIB. Setelah kejadian, puluhan rekan ojol mendatangi Markas Pomdam XII/Tanjungpura untuk meminta pertanggungjawaban.

"Kami bergerak cepat, oknum pelaku langsung diamankan," tuturnya.

Menurut hasil pemeriksaan awal, Letda AF panik karena hendak membawa anaknya yang sedang sakit ke rumah sakit. Saat itu, mobil yang dikendarainya sempat bersenggolan dengan korban sehingga memicu emosi hingga berujung pemukulan.

"Pelaku dalam kondisi terburu-buru dan kalut. Anaknya sakit di dalam mobil. Ada insiden kecil di jalan, kemudian emosi memuncak hingga terjadi pemukulan," kata Agung, dilansir Antara.

Penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan kronologi secara menyeluruh. Menurut Agung, proses hukum tetap dijalankan sebagai bentuk ketegasan TNI dalam menegakkan aturan terhadap anggotanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6