Pramono Akan Sulap Pasar Kumuh di Jakarta, Dorong Digitalisasi

Pramono mengungkapkan, dari 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI, sebagian besar belum tersentuh revitalisasi.

Diperbarui 16 September 2025, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI akan percepat revitalisasi pasar tradisional yang masih kumuh.
  • Revitalisasi pasar akan mencakup digitalisasi untuk tingkatkan transaksi.
  • Penataan fasilitas sosial dan umum akan dilakukan, tidak untuk berjualan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, akan mempercepat revitalisasi pasar tradisional di ibu kota. Langkah ini dilakukan menyusul masih banyaknya pasar tradisional yang kumuh dan kotor.

Pramono mengungkapkan, dari 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI, sebagian besar belum tersentuh revitalisasi. Menurutnya, pembahasan terkait revitalisasi pasar tradisional yang masih kumuh pun telah dilakukan.

“Beberapa hari yang lalu kami rapat khusus tentang pasar. Salah satu hal yang perlu dilakukan perbaikan memang harus diakui dari 153 pasar yang dimiliki Jakarta, belum semuanya direvitalisasi,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025).

Pramono menyampaikan, nantinya revitalisasi pasar tidak hanya menyasar kondisi fisik, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan sistem digital di pasar. Pasalnya, lanjut Pramono digitalisasi mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional.

“Pasar-pasar yang sudah direvitalisasi dan kemudian mereka digitalisasi kita lakukan, ternyata meningkatkan secara signifikan transaksi yang menggunakan digital,” ujar Pramono.

 

Pasar Santa dan Mayestik

Ia mencontohkan Pasar Santa dan Mayestik yang mencatat kenaikan transaksi digital hingga 47 persen. Capaian tersebut diperoleh setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melombakan implementasi digitalisasi di 12 pasar.

Dengan hasil itu, Pramono memutuskan pasar-pasar lain yang belum menerapkan sistem digital akan segera didorong ke arah serupa.

“Bagi pasar yang belum dilakukan digitalisasi akan kami lakukan, sekaligus renovasi,” ucap dia.

 

Penataan Fasos Fasum

Selain itu, kata Pramono, Pemprov DKI juga telah berdialog dengan koperasi pedagang. Para pedagang meminta agar optimalisasi pasar disertai dengan penataan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) yang tidak digunakan untuk berjualan.

“Renovasi akan segera kami lakukan. Dan fasos fasum yang ada di pasar tidak akan digunakan oleh Pasar Jaya untuk berjualan,” ujarnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6