Pramono Anung Ingin Gagas Beasiswa Mirip LPDP, Khusus untuk Warga Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana meluncurkan program beasiswa setara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang khusus diperuntukkan bagi warga Jakarta.

Diterbitkan 10 September 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana meluncurkan program beasiswa setara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang khusus diperuntukkan bagi warga Jakarta.

Program ini nantinya memungkinkan penerima untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.

Menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama pemerintah daerah ditengah pembangunan infrastruktur yang dinilainya akan berjalan dengan sendirinya.

"Kami sedang menggagas supaya di Jakarta ini, kalau di pusat ada LPDP, maka kami ingin membuat LPDP khusus provinsi DKI Jakarta, bisa sekolah di luar negeri," ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya di acara Pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Ia menegaskan, kebijakan itu diperlukan agar Jakarta sebagai kota global mampu melakukan perbaikan dan perubahan yang berkelanjutan.

Pramono Anung menyebut, peningkatan kualitas SDM merupakan kunci untuk mempersempit kesenjangan sosial yang masih terjadi di ibu kota.

Selain rencana beasiswa tersebut, Pramono memastikan program bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tetap berjalan tanpa ada pengurangan.

"Saat ini, KJP telah menjangkau 707.622 siswa, sementara KJMU diberikan kepada 16.979 mahasiswa," terang dia.

Cakupan KJMU, kata Pramono, kini juga diperluas hingga jenjang pascasarjana. Jika sebelumnya hanya untuk program sarjana (S1), kini penerima bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

"Kami tahu problem utama Jakarta itu bukan di Sudirman, Thamrin, atau Gatot Subroto, tapi di gang-gang dan tempat warga yang kurang beruntung. Karena itu pendidikan menjadi pintu penting untuk perbaikan," papar Pramono.

 

Bantuan dari Pemprov Jakarta Terus Ditingkatkan

Pramono menambahkan, masyarakat lapisan bawah kini lebih tenang karena berbagai bantuan pendidikan dan bantuan sosial (Bansos) dari Pemprov DKI Jakarta terus ditingkatkan.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mengurangi disparitas atau ketimpangan ekonomi di ibu kota," jelas Pramono Anung.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut, bahwa infrastruktur transportasi umum yang dimiliki oleh Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dari 50 kota di seluruh dunia. Hal ini merujuk hasil survei oleh Time Out, sebuah lembaga kredibel di dunia.

Menurut Pramono, di ASEAN posisi Indonesia kini berada di bawah Singapura serta mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Kuala Lumpur (KL), Manila, dan Bangkok. Sementara itu, top tier survei ditempati oleh Hongkong, Shanghai, dan Beijing.

"Time Out yang men-survei tentang transportasi publik. Jakarta sekarang ini dari 50 negara, 18 ribu yang disurvei, itu berada nomor 17. Di ASEAN setelah Singapura, jadi kita lebih baik dari Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, dan sebagainya," kata Pramono.

 

Ajak Warga Jakarta Ikut Menjaga

Pramono mengaku gembira dengan hasil survei yang dilakukan Time Out tersebut.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Jakarta secara bersama, sehingga seluruh sarana dan prasarana umum yang telah terbangun tetap terjaga dengan baik.

"Mudah-mudahan dengan ini kita bersama-sama, mari kita jaga Jakarta. Bisa lebih baik, bukan lagi menjadi ranking 17, tetapi bisa lebih dari itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono memastikan pihaknya mengutamakan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta.

Selain itu, ia juga menekankan seluruh layanan transportasi di ibu kota kini telah kembali normal. Seluruh perbaikan halte-halte Transjakarta yang terbakar dan terkena vandalisme saat demo juga telah selesai dilakukan.

"Hari ini seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya. Termasuk halte yang ada di Polda Metro Jaya, kemudian di Mandiri, Istora, dan semuanya sudah normal kembali. Tarif sudah normal kembali," ujar Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6