Duet Thom Haye dan Marc Klok di Lini Tengah Timnas Indonesia Layak Dirombak

Indonesia wajib menang atas Singapura di laga terakhir Grup A Piala AFF 2026.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia menghadapi partai penentuan di Piala AFF 2026. Kemenangan atas Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/9/2026) malam WIB, menjadi satu-satunya jalan menuju semifinal. Hasil imbang akan menghentikan langkah Rizky Ridho dkk.

Skuad asuhan John Herdman kini berada di peringkat ketiga klasemen dengan enam poin setelah takluk dari Vietnam. Situasi ini membuat kunjungan ke Singapura menjadi krusial untuk menjaga peluang melaju.

Di sisi lain, Singapura sedang dalam tren positif. Mereka tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir: menang atas Kamboja (2-1) dan Timor Leste (2-0), lalu menahan Vietnam 0-0 di Hanoi.

Pandangan pengamat Aris Budi Sulistyo—disampaikan kepada Bola.com—menempatkan area tengah dan lini belakang sebagai faktor pembeda.

Lini Tengah: Haye atau Klok, Bukan Keduanya

Aris menyoroti komposisi gelandang yang selama tiga pertandingan beruntun dihuni Thom Haye dan Marc Klok sebagai starter, dengan Ivar Jenner menambah kedalaman. Menurutnya, keputusan di sektor ini akan sangat menentukan cara Indonesia mengendalikan permainan di markas Singapura.

"Saya melihat antara Thom Haye dan Marc Klok lebih baik jangan dimainkan bareng. Karena sama-sama tipikalnya yakni pembagi bola. Sebaiknya Thom Haye tetap sebagai starter, dan Marc Klok jadi pelapisnya untuk bisa turun di babak kedua," tuturnya, Kamis (6/8/2026).

Ia menekankan John Herdman perlu lebih jeli dalam menentukan starting XI untuk laga di Singapura. Penyesuaian peran gelandang dinilai vital agar aliran bola tetap terjaga tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Trio Belakang Ridho–Walsh–Pattynama Diusulkan Kembali

Untuk pertahanan, Aris menginginkan format yang sejak awal turnamen menjadi pakem: Rizky Ridho sebagai bek tengah sekaligus kapten, diapit Sandy Walsh di sisi kanan dan Shayne Pattynama di kiri. Struktur tiga bek ini dinilai memberi stabilitas pada fase tanpa bola.

Kombinasi tersebut turut hadir saat Indonesia mengatasi Kamboja dan Timor Leste. Perubahan ketika menghadapi Vietnam—Ridho digeser ke kiri dan Jordi Amat mengambil peran di tengah—berujung kesulitan meredam serangan lawan.

"John Herdman perlu memikirkan lagi keputusan memainkan Jordi Amat. Sebab Singapura ini punya pemain depan yang punya speed pendek dan cepat, menurut saya Jordi Amat bisa kerepotan untuk menutup pergerakan lawan," terang Aris Budi Sulistyo.

"Masih banyak pilihan lain untuk tetap memainkan Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama untuk turun bersama lagi di jantung pertahanan," tandas eks pelatih Persik Kediri dan Persis Solo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Real Madrid Resmi Datangkan Yan Diomande dari RB Leipzig

Vincentius Atmaja, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan