Wali Kota Akui Ada Fasilitas Umum yang Rusak Imbas Kericuhan Semalam: Bekasi Tetap Kondusif

Kericuhan di depan Mapolres Bekasi merusak fasilitas umum, namun situasi cepat terkendali dan Pemkot bersama warga menjaga kondusifitas.

Diterbitkan 01 September 2025, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kericuhan di Bekasi merusak fasilitas umum; Pemkot langsung membersihkan area terdampak.
  • Wali Kota menegaskan kerusakan fasilitas umum merugikan warga karena dibangun dari pajak.
  • Warga dan tokoh masyarakat aktif menjaga situasi kondusif pasca-kericuhan.

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan imbas kericuhan di depan Mapolres Metro Bekasi Kota, Minggu (31/8/2025) malam.

Massa sempat membakar cone plastik hingga kabel di bawah flyover Summarecon, Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan kondisi secara umum masih terkendali. Pemkot langsung bergerak cepat.

Menurut dia, Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pembersihan dan pembenahan, sementara pemadam kebakaran menyemprot area untuk mengurangi sisa asap.

"Sehingga efek psikologisnya mungkin yang bisa kita kurangilah," kata dia kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Dia mengapresiasi warga yang ikut menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Jadi saya kira saya juga terima kasih kepada anak-anakku sekalian yang tadi malam sudah hadir. Tetapi tentu perlu dilakukan literasi kembali dengan cara-cara mungkin yang lebih humble lagi. Tapi rasanya warga masyarakat juga semua stakeholder sudah kondusif," ujar dia.

 

Fasilitas Umum Dirusak, Warga yang Rugi Sendiri

Tri menegaskan, fasilitas umum dibangun dari dana pajak masyarakat, sehingga kerusakan justru merugikan warga sendiri.

"Jadi kalau itu dirusak kan sayang betul ya, karena akhirnya uang yang ada hanya untuk melakukan perbaikan. Tetapi tidak menambah aset. Tapi kalau itu uang yang bisa kita gunakan, ya itu akan tentu pembangunan akan lebih cepat lagi. Hasilnya pun akan dirasakan kembali oleh warga masyarakat," ujar dia.

 

Melakukan Pengawasan

Menurutnya, hampir di setiap RT dan RW, warga melakukan pengawasan agar tak mudah terprovokasi. Ia mengapresiasi langkah tokoh agama dan ormas yang ikut menjaga suasana tetap tenang.

"Para tokoh agama, tokoh ormas yang sudah melakukan sikap. Ya jadi pernyataan bukan hanya sekadar pernyataan, tetapi juga terimplementasi. Makanya dibuktikan hari ini para ulama pun juga akan hadir di kantor rakyat, di rumah rakyat," ucap dia.

"Kemudian juga warga masyarakat berbondong-bondong juga ikut beramai-ramai berada di rumah rakyat. Karena memang itulah rumah di mana tempat menjaring aspirasi warga masyarakat," dia menandaskan.

Kejadian Semalam

Sebelumnya, situasi demo di Kota Bekasi memanas, Minggu (31/8/2025) malam. Aparat kepolisian mengadang sekelompok massa tak dikenal yang mencoba mendekati area Mapolres Metro Bekasi Kota.

Sebagai langkah antisipasi, polisi menutup sementara akses Jalan Pangeran Jayakarta dari arah Summarecon.

Massa diketahui datang secara bertahap sejak siang hari menggunakan sepeda motor. Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di bawah jembatan Summarecon sempat ricuh hingga membuat warga panik. Polisi terlihat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

"Polisi main tembak-tembak aja, padahal warga jaga di sini, ngamanin di sini,” ujar seorang warga dalam rekaman video.

Warga lain yang juga terkena imbas gas air mata mengeluhkan tindakan aparat.

"Tadi saya kena, perih juga tuh gas air mata, Pak,” celetuknya.

Perekam video turut mengecam tindakan kepolisian yang dinilai berlebihan. Menurutnya, masyarakat setempat sejatinya ikut berjaga agar situasi tetap kondusif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6