Rieke 'Oneng' di Pemakaman Affan: Harus Diusut Tuntas, Saya Yakin Prabowo Tak Tinggal Diam

Rieke datang ke TPU Karet Bivak sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia. Dia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan, yang dikenal berjuang untuk keluarganya dan memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama driver.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Anggota DPR RI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka hadir dalam proses pemakaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi unjuk rasa pada Kamis malam 28 Agustus 2025.

Rieke datang ke TPU Karet Bivak sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia. Dia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan, yang dikenal berjuang untuk keluarganya dan memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama driver.

“Affan adalah anak yang berjuang demi keluarganya, penuh empati, dan selalu memikirkan nasib teman-teman ojol di seluruh tanah air,” kata Rieke di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Rieke mengajak seluruh pengemudi ojol untuk tetap tenang dan menjaga emosi. Dia meminta agar kematian Affan menjadi semangat untuk melanjutkan perjuangan memperjuangkan aturan yang lebih adil bagi driver di Indonesia.

“Kita serahkan proses hukum kepada kepolisian dan pastikan penyebab kepergian Affan diusut tuntas. Saya yakin Presiden Prabowo juga tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Rieke Ajak Ojol Gelar Doa 7 Hari

Rieke juga mengimbau seluruh pengemudi ojol di Indonesia menggelar doa bersama selama tujuh hari ke depan sebagai bentuk penghormatan untuk Affan.

“Setelah itu, mari kita bergandengan tangan kembali melanjutkan perjuangan panjang ini. Ingat komitmen kita, jangan sia-siakan pengorbanan Affan,” kata Rieke.

Selain Rieke Diah Pitaloka, proses pemakaman Affan juga dihadiri Pengusaha Jalan Tol Jusuf Hamka atau Babah Alun, hingga Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kronologi Affan Tewas Dilindas Mobil Rantis

Affan Kurniawan (21) tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi kerusuhan dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Menurut Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, Affan diduga terpeleset saat berusaha menyeberang di tengah kericuhan. Mobil barakuda Brimob yang melaju tidak berhenti dan akhirnya melindas tubuh korban.

"Sebetulnya ini kan ada mobil barakuda ini berjalan di tengah dengan kecepatan ini ya. Nah, sepertinya almarhum ini ingin menyeberang dari sebelah kiri ke sebelah kanan, namun terpeleset di tengah," ujar dia.

"Terpeleset di tengah, akhirnya terlindas seperti itu. Nah, saat terlindas ini harusnya kan mobil barakuda itu mundur, tapi itu tidak mundur, karena mungkin juga massa juga bergerak menuju mobil tersebut, hingga akhirnya ya mau tidak mau barakuda itu melanjutkan perjalanannya," sambung dia.

Insiden itu memicu kemarahan rekan-rekan ojol. Massa ojol sempat mengejar kendaraan taktis tersebut hingga masuk ke Mako Brimob, Kwitang.

7 Terduga Pelaku Ditahan di Polda Metro Jaya

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyampaikan, ada sebanyak tujuh anggota Polri yang berada di dalam mobil rantis Brimob penabrak pengemudi ojek online hingga tewas saat demonstrasi DPR RI.

“Jadi saat ini perlu saya sampaikan kembali, pelaku sudah diamankan. Pelaku tujuh orang sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Mabes dan Brimob Polri,” tutur Karim di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap tujuh anggota tersebut dilakukan di Markas Brimob Polda Metro Jaya kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

“Jadi sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Kendaraan sudah diamankan, sudah ada di Kwitang. Jadi kendaraan dan pelaku tujuh orang dalam pemeriksaan,” jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6