Jeritan Hati Warga Baduy di Demo DPR: Rakyat Kekurangan, Kami Butuh Makan!

Rasja, warga Baduy Luar merasa selalu dibohongi oleh janji-janji manis DPR. Dia tergerak ikut demo bersama warga lainnya untuk ikut berunjuk rasa.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 17:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rasja dari Baduy datang ke DPR/MPR untuk demonstrasi buruh.
  • Ia menyuarakan keresahan rakyat akan kebutuhan dasar dan pekerjaan.
  • Rasja merasa rakyat kecil sering dibohongi oleh wakil rakyat.

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Rasja akhirnya tiba di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Keresahan yang mengelilingi hatinya membawa langkahnya ke depan kantor wakil rakyat.

Bukan hanya di Ibu Kota Jakarta dan kota besar lainnya, keresahan soal kebutuhan rakyat nyatanya juga dirasakan oleh masyarakat asal Baduy. Pria berusia 38 tahun itu rela datang sendirian ke DPR semata untuk ikut aksi demonstrasi bersama kelompok buruh.

"Resah lah, enggak ada yang ngebela. Rakyat kecil mah enggak butuh janji, tapi butuh makan, butuh pekerjaan bukan dijanjiin doangan mereka (anggota DPR) yang kenyang," ucap Rasja sambil meniti langkahnya ke depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Warga Kampung Kenekes, Baduy Luar ini menjaga langkahnya tetap tegas setelah melalui perjalanan yang tidak dekat.

145 kilometer jauhnya dari Kanekes, Badui Luar harus ditempuhnya.

 

Kapok Selalu Dibohongi

Kain Lomar atau Ikat Badui bercorak batik khas warna biru itu dipakai Rasja selama perjalanan.

Setidaknya, dia harus menggunakan dua moda transportasi untuk sampai di kawasan Senayan, mobil dari Kanekes ke Stasiun Rangkasbitung, dilanjutkan dengan KRL menuju Stasiun Palmerah, stasiun terdekat ke gedung wakil rakyat.

Langkahnya tetap tegas meski tanpa alas kaki. Kekesalan yang nampaknya memuncak itu sesekali keluar dari mulutnya.

"Sering dibohongin bae, kesal jadinya, terus bae rakyat mah dibohongin, dia joget-joget," ujarnya setengah berteriak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6