Update Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Ini, Wajib Pakai Masker Jika Keluar Rumah

Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi (23/8/2025), masuk kategori tidak sehat. Bahkan, menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Diperbarui 23 Agustus 2025, 05:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kualitas udara Jakarta tidak sehat, peringkat kedua terburuk di dunia.
  • AQI Jakarta 177 (tidak sehat), PM2.5 67, berbahaya bagi kelompok sensitif.
  • Disarankan hindari aktivitas luar, gunakan masker, dan tutup jendela.

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi (23/8/2025), masuk kategori tidak sehat. Bahkan, menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Dikutip dari Antara, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 177 atau masuk dalam kategori tidak sehat. Dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 67 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif. Karena dapat merugikan manusia maupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. 

Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

 

Indikator Udara Sehat

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. 

Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

 

Kota Kualitas Udara Terburuk Dunia

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Doha, Qatar di angka 250, urutan ketiga Kinshasa, Democratic Repiblic of the Congo di angka 172, urutan keempat Kampala, Uganda di angka 165, dan urutan kelima Addis Ababa, Etiopia di angka 163.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut.

Dari SPKU tersebut, kemudian data yang diperoleh ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6