Haru Upacara HUT RI di Markas PDIP, Megawati Menangis saat Kenang Pengorbanan Pahlawan Rebut Kemerdekaan

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin upacara HUT ke-80 RI di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Diperbarui 17 Agustus 2025, 10:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati pimpin HUT ke-80 RI, ajak kader PDIP renungkan makna kemerdekaan.
  • Kemerdekaan RI hasil perjuangan, bukan hadiah dari penjajah.
  • Kader PDIP diminta jaga api kemerdekaan sesuai amanat Bung Karno.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin upacara HUT ke-80 RI di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Dalam pidatonya, Megawati mengatakan usia Indonesia ke-80 bukan sekadar angka. Dia mengajak seluruh kader PDIP merenungkan bersama makna kemerdekaan Indonesia.

"Hari ini di usia 80 tahun kemerdekaan RI kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya," kata Megawati dalam amanatnya, Jakarta, Minggu (17/8).

Kemerdekaan RI Bukan Hadiah

Megawati menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah. Kemerdekaan berhasil diraih berkat cucuran darah dan keringat para pejuang Indonesia.

"Dia adalah hasil cucuran darah, keringat, dan air mata para pendiri bangsa, para pejuang, dan para syuhada kemerdekaan yang mengorbankan segalanya demi merah putih agar berkibar di langit nusantara," sambungnya sambil menangis saat mengenang hari kemerdekaan.

Amanat Bung Karno

Presiden ke-5 RI ini pun kembali apa yang pernah dikatakan oleh Presiden ke-1 RI Soekarno dalam amanatnya tersebut.

"Bung Karno Proklamator bapak bangsa kita pernah berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa pahlawannya," ungkapnya.

Oleh karenanya, dia meminta kepada para kadernya untuk bisa menjaga api kemerdekaan agar tetap selalu menyala dan tidak padam.

"Maka saya tegaskan tugas kita sebagai kader PDIP adalah menjaga api kemerdekaan agar tetap menyala, tidak pernah padam oleh dorongan kepentingan pribadi maupun golongan," tegasnya.

"Tidak goyah oleh godaan kekuasaan, dan tidak tunduk pada politik yang mengkhianati rakyatnya sendiri," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6