Puan Maharani: RI Dihadapkan Konflik Geopolitik, Kita Perlu Fondasi Kedaulatan

Puan mengatakan, kekuasaan bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk menyelesaikan urusan rakyat—meskipun sering kali urusannya rumit.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 10:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan tugas pemerintah bukan hanya membicarakan harapan rakyat, tetapi juga harus mewujudkannya. Hal ini ia katakan dalam pidatonya di Sidang Tahunan DPR/MPR 2025.

“Pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiasa mawas diri—sebab kekuasaan sejatinya adalah untuk melayani, membantu, dan memberdayakan rakyat,” kata Puan di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Puan mengatakan, kekuasaan bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk menyelesaikan urusan rakyat—meskipun sering kali urusannya rumit.

“Ibarat cinta segitiga antara aspirasi, anggaran, dan aturan,” kata dia.

Namun serumit-rumitnya cinta segitiga itu, lanjut Puan, selalu ada jalan untuk menemukan solusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Walaupun kadang terasa pedih, patah hati; tetapi kita harus move on.”

Puan mengatakan, hari ini kita dihadapkan pada ketegangan dan konflik geopolitik, perang dagang, krisis iklim dan energi, ketimpangan ekonomi yang semakin tajam, disrupsi teknologi, serta pergeseran kekuatan global.

“Indonesia, seperti banyak negara lainnya, berada di dalam pusaran global tersebut. Karena itu, kita harus memiliki pijakan yang kokoh dan arah yang jelas dalam memenangkan kepentingan bangsa dan negara.”

Kita memerlukan fondasi kedaulatan, kemandirian, dan kebangsaan, agar kita mampu berdiri tegak di tengah perubahan dunia tanpa kehilangan cita-cita dan jati diri bangsa.

“Fondasi kedaulatan tidak hanya berarti menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan arah kebijakan luar negeri dan ekonomi nasional ditentukan secara mandiri.”

“Dalam dunia multipolar saat ini, Indonesia harus menempatkan diri secara strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional di forum-forum internasional—mulai dari isu lingkungan, ekonomi, geopolitik, perdagangan global, hingga tata kelola dunia yang lebih adil,” ucapnya.

Agenda Sidang Pagi: Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI-DPD RI

Berikut susunan rangkaian sidang hari ini:

• 09.00 – 09.05: Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

• 09.05 – 09.08: Mengheningkan cipta dipimpin Ketua MPR RI

• 09.08 – 09.36: Pembukaan Sidang Tahunan MPR RI 2025 oleh Ketua MPR RI, pembacaan doa, dan pidato pengantar

• 09.36 – 09.56: Pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2025 oleh Ketua DPR RI

• 09.56 – 10.00: Penayangan video capaian kepemimpinan Presiden

• 10.00 – 10.45: Pidato Presiden RI tentang laporan kinerja lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 RI

• 10.45 – 10.48: Ketua DPR RI melanjutkan sidang

• 10.48 – 10.55: Persembahan lagu-lagu nusantara

• 10.55 – 11.00: Penutupan sidang

• 11.00 – 11.05: Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

 

Agenda Sidang Sore: Rapat Paripurna DPR RI – Penyampaian Nota Keuangan APBN 2026

Sesi sore dimulai pukul 14.28 WIB dan fokus pada agenda pembahasan APBN 2026:

• 14.28 – 14.30: Presiden, Wakil Presiden, dan pimpinan DPR RI memasuki ruang paripurna

• 14.30 – 14.35: Lagu kebangsaan Indonesia Raya diiringi Symphony Praditya Wiratama Universitas Pertahanan

• 14.35 – 14.42: Pembukaan rapat paripurna oleh Ketua DPR RI dan pembacaan doa

• 14.42 – 14.57: Pidato Ketua DPR RI pembukaan masa persidangan I tahun sidang 2025–2026

• 14.57 – 15.42: Pidato kenegaraan Presiden RI penyampaian pengantar/keterangan atas RUU APBN 2026 beserta nota keuangan

• 15.42 – 15.57: Penyerahan dokumen RUU APBN 2026 dari Presiden kepada DPR dan DPD, dilanjutkan penandatanganan berita acara

• 15.57 – 16.02: Penutupan rapat paripurna oleh Ketua DPR RI

• 16.02 – 16.07: Lagu kebangsaan Indonesia Raya diiringi Symphony Praditya Wiratama Universitas Pertahanan

• 16.07: Presiden dan Wakil Presiden meninggalkan ruang paripurna

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6