Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini beredar kabar seorang remaja berusia 15 tahun dieksploitasi menjadi pemandu karaoke (LC) di sebuah bar di Jakarta Barat. Korban juga dipaksa melayani para pria hidung belang hingga hamil.
Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polda Metro Jaya. Tim Subdirektorat Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap 10 tersangka.
Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta pun diminta memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap tempat hiburan malam serta penggunaan media sosial. Ketegasan diperlukan untuk mengantisipasi kasus eksploitasi anak.
Advertisement
"Pemprov DKI Jakarta harus menutup dan mencabut izin tempat hiburan yang terlibat serta pengawasan digital diperketat, media sosial yang dipakai untuk menjebak anak harus dipantau," kata Anggota DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth di Jakarta, demikian dikutip dari Antara, Minggu 10 Agustus 2025.
Kenneth mendesak hal itu setelah mendapatkan kabar ada eksploitasi terhadap anak SMP usia 15 tahun di sebuah bar di Jakarta Barat. ABG tersebut menjadi korban eksploitasi seksual dengan modus menjadi 'Lady Companion' (LC).
"Ini bukan sekadar kasus kriminal, ini adalah aib dan luka moral bagi Jakarta. Ketika anak SMP diperdagangkan menjadi LC, dipaksa melayani nafsu bejat orang dewasa hingga hamil lima bulan, itu artinya kita sedang hidup di tengah kegagalan besar melindungi masa depan bangsa," terang Kenneth.
Wakil Gubernur atau Wagub Jakarta Rano Karno pun angkat bicara. Rano menegaskan, perlindungan anak di Ibu Kota harus dilihat sebagai upaya sistematis, bukan pendekatan yang mengawasi anak per anak.
"Kayaknya begitu tidak bisa kamu per kasus per kasus kan, tidak bisa, itu 11 juta masyarakat. Kita tidak bisa mantau satu per satu kan," kata Rano Karno di Jakarta, dikutip Selasa (12/8/2025).
Berikut sederet fakta terkait remaja berusia 15 tahun dieksploitasi menjadi pemandu karaoke (LC) di Jakarta Barat (Jakbar) dihimpun Tim News Liputan6.com:
Â
1. Beredar Informasi, Orang Tua Lapor Polisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4231111/original/058420800_1668760992-Ilustrasi_kekerasan_pada_anak_1.jpg)
Beredar informasi menyebut seorang remaja berusia 15 tahun dieksploitasi menjadi pemandu karaoke (LC) di sebuah bar di Jakarta Barat. Korban juga dipaksa melayani para pria hidung belang hingga hamil.
Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polda Metro Jaya. Tim Subdirektorat Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap 10 tersangka.
"Untuk tersangka ada 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, namun satu orang anak berhadapan dengan hukum (ABH) tidak ditahan karena masih berusia anak dan hanya dikenai wajib lapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi.
Â
Advertisement
2. Pemprov Jakarta Diminta Usut Tuntas, Bukan Sekadar Kriminal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4154435/original/092224100_1662950047-cry-ga2e0ad004_1920.jpg)
Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta diminta memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap tempat hiburan malam serta penggunaan media sosial. Ketegasan diperlukan untuk mengantisipasi kasus eksploitasi anak.
"Pemprov DKI Jakarta harus menutup dan mencabut izin tempat hiburan yang terlibat serta pengawasan digital diperketat, media sosial yang dipakai untuk menjebak anak harus dipantau," kata Anggota DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth di Jakarta, demikian dikutip dari Antara, Minggu 10 Agustus 2025.
Kenneth mendesak hal itu setelah mendapatkan kabar ada eksploitasi terhadap anak SMP usia 15 tahun di sebuah bar di Jakarta Barat. ABG tersebut menjadi korban eksploitasi seksual dengan modus menjadi 'Lady Companion' (LC).
Dia mengatakan, perbuatan busuk para pelaku bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak hidup, martabat dan masa depan seorang anak. Perbuatan ini sebuah kejahatan yang setara dengan pembunuhan masa depan.
"Ini bukan sekadar kasus kriminal, ini adalah aib dan luka moral bagi Jakarta. Ketika anak SMP diperdagangkan menjadi LC, dipaksa melayani nafsu bejat orang dewasa hingga hamil lima bulan, itu artinya kita sedang hidup di tengah kegagalan besar melindungi masa depan bangsa!," kata Kenneth.
Â
3. Tegaskan Pelaku Harus Dihukum Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3488781/original/034589000_1624271328-roman-kraft-0EVKn3-5JSU-unsplash.jpg)
Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan menyeret semua pelaku, termasuk pemilik bar, perekrut hingga yang melindungi bisnis kotor tersebut.
Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta segera memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap tempat hiburan malam, apartemen serta penggunaan media sosial yang digunakan untuk menjebak anak-anak.
Dia juga mendesak Kepolisian untuk menangkap semua orang yang terlibat dalam bisnis kotor ini.
"Jangan ada yang lolos, jangan ada yang dilindungi oleh jabatan atau uang, usut tuntas jaringan pelaku, termasuk pihak-pihak yang mendanai, memfasilitasi atau menutup mata terhadap praktik ini," kata dia.
Kent meminta hukuman maksimal tanpa keringanan bagi pelaku dan tidak cukup penjara, tapi juga penyitaan aset untuk membayar pemulihan korban. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk berani melapor jika melihat tanda-tanda perdagangan anak. Ini bukan hanya tugas aparat dan ini perang melawan kejahatan kemanusiaan.
"Kita tidak akan membiarkan Ibu Kota menjadi surga bagi pelaku eksploitasi seksual. Setiap detik kita diam, ada anak lain yang terancam menjadi korban," jelas Kenneth.
Â
Advertisement
4. Wagub Jakarta Rano Karno Sebut Perlindungan Anak Upaya Sistematis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312994/original/010395400_1754980936-IMG_7656.jpeg)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menanggapi kasus seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi korban eksploitasi seksual dan dijadikan pemandu lagu (LC) di salah satu bar di kawasan Jakarta Barat.
Rano menegaskan, perlindungan anak di Ibu Kota harus dilihat sebagai upaya sistematis, bukan pendekatan yang mengawasi anak per anak.
"Kayaknya begitu tidak bisa kamu per kasus per kasus kan, tidak bisa, itu 11 juta masyarakat. Kita tidak bisa mantau satu per satu kan," kata Rano di Jakarta, dikutip Selasa (12/8/2025).
Menurut Rano, fasilitas seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) merupakan salah satu langkah yang telah dilakukan Pemprov DKI untuk membangun karakter dan memberikan ruang aman bagi anak-anak. Meski demikian, ia mengakui bahwa keberadaan RPTRA tidak serta-merta menjamin keamanan 100 persen.
"RPTRA itu banyak sekali. Apa dibilang kita aman? Belum tentu 100 persen aman," ucapnya.
Â
5. Wagub Jakarta Rano Karno Jelaskan Konsep Kota Ramah Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4970821/original/024830700_1729074306-IMG_20241016_12160622.jpeg)
Rano menjelaskan konsep Kota Layak Anak tidak berarti pemerintah memberikan perhatian secara personal kepada setiap anak, tetapi menciptakan sistem dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang serta keselamatan anak secara kolektif.
"Itu kembali lagi kepada bagaimana anak, apa orang tua menjaga anak-anak segala macam. Artinya begini, pengertian kota layak anak itu bukan berarti kita personal kepada satu anak, tapi sistem yang kita ciptakan untuk anak-anak di Jakarta," kata Rano.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184518/original/088526100_1665147962-hujan_2.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
![[Bintang] KPAI](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/K5MKbniasTR2JpX-8X3WEfjpM58=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1184831/original/031238200_1459164966-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1387252/original/020794300_1477565055-rarno_karno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621421/original/052050400_1782613163-153830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593110/original/089156300_1782561611-44838.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596056/original/071386300_1782566830-24f2eb8a-337f-4c78-a571-c1232cb20f23.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264341/original/014558300_1782107904-53f820b6-9caa-4896-9425-c0e041f9c316.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1425342/original/072244300_1480815073-parade_kebudayaan_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263686/original/062147200_1781956424-7d5aaeb7-33d6-44b6-80e4-26280f48ae39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263651/original/063427200_1781951956-5947a302-42a1-4dfb-9e43-ceeb8d364500.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263406/original/044971800_1781925585-Rano.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7574541/original/076524200_1780354203-IMG_20260601_225216.jpg)