44 Puskesmas di Jakarta Targetkan Miliki Layanan Psikolog untuk Warga pada 2025 Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus memperkuat layanan kesehatan mental bagi warganya.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus memperkuat layanan kesehatan mental bagi warganya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan mulai 2025 ini seluruh puskesmas di ibu kota akan dilengkapi dengan tenaga psikolog.

"Sesuai dengan amanah Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan bahwa Kesehatan Mental itu penting," ujar Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (11/8/2025).

Menurut Ani, dalam Undang-Undang atau UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Pasal 1 disebutkan, kesehatan meliputi keseimbangan fisik, mental, dan sosial. Kemudian, Pasal 5 menjamin hak warga memperoleh layanan kesehatan mental tanpa diskriminasi.

Sementara itu, lanjut dia, Pasal 46 hingga 48 UU tersebut mewajibkan agar negara menyediakan layanan kesehatan jiwa disemua tingkat, termasuk layanan primer seperti puskesmas.

Ani menjelaskan, Pemprov Jakarta selama ini telah mengupayakan berbagai langkah promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif terkait dengan kesehatan mental.

Tahap promotif, kata dia, informasi dan edukasi gencar disebarluaskan melalui media sosial, televisi, dan podcast.

"Sementara di tahap preventif, kami melakukan skrining kesehatan jiwa menggunakan e-Jiwa, sehingga masyarakat bisa menilai secara mandiri kondisi kesehatan jiwa secara dini," papar Ani.

Lalu, di tahap kuratif, warga bisa mengakses layanan psikolog di puskesmas kecamatan dan RSUD, atau memanfaatkan telekonsultasi dengan psikolog klinis melalui aplikasi JakCare secara gratis.

"Sedangkan pada tahap rehabilitatif, Dinkes bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, untuk membantu pemulihan pasien," terang Ani.

 

38 Puskesmas di Jakarta

Tercatat per 20 Juni 2025, layanan psikologi telah tersedia di 38 puskesmas di DKI Jakarta, mencakup wilayah Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, Timur, hingga Kepulauan Seribu.

Tahun ini, Dinkes Jakarta menargetkan seluruh 44 puskesmas kecamatan di Jakarta memiliki tenaga psikolog.

"Kami menargetkan akhir tahun ini seluruh puskesmas kecamatan sudah memiliki psikolog. Jadi, layanan ini akan semakin dekat dengan masyarakat," tutur Ani.

Berikut puskesmas yang sudah dilengkapi tenaga psikolog di DKI Jakarta:

- Jakarta Pusat: PKM Gambir, Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang, Johar Baru, Kemayoran, Cempaka Putih

- Jakarta Utara: PKM Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Penjaringan, Pademangan

- Jakarta Barat: PKM Taman Sari, Tambora, Cengkareng, Kembangan, Kebon Jeruk, Kalideres

- Jakarta Selatan: PKM Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cilandak, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan

- Jakarta Timur: PKM Matraman, Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Rebo, Duren Sawit, Ciracas, Pulogadung, Cakung

- Kepulauan Seribu: PKM Seribu Selatan, PKM Seribu Utara

 

Dukung CKG Sekolah, IDAI: Kesehatan adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Sebelumnya, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah dinilai sebagai langkah yang baik untuk mendukung kesehatan anak.

Menurut Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp. Hema-Onk(K), kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa.

"Kami menegaskan bahwa kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa. IDAI mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan," kata Hikari dalam keterangan pers, Jumat 8 Agustus 2025.

"Dengan kolaborasi semua pihak, program ini dapat memberi dampak yang lebih besar bagi kesehatan anak Indonesia," tambahnya.

IDAI pun bakal mendukung program ini dengan berbagai cara termasuk pelatihan tenaga kesehatan seperti disampaikan Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subs Kardio(K).

"Dengan anggota lebih dari 5.600 dokter spesialis anak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, IDAI berkomitmen mendukung program ini melalui berbagai cara, seperti pelatihan tenaga kesehatan untuk memperkuat kapasitas dokter umum, perawat, dan kader kesehatan sekolah dengan standar pemeriksaan anak berbasis ilmu terkini," ucap Piprim.

Selain itu, sambungnya, IDAI melakukan sosialisasi dan advokasi pentingnya cek kesehatan rutin. Kedua program ini telah dijalankan sejak 2022 melalui Paediatrician Social Responsibility (PSR), yang telah menjangkau tenaga medis di puluhan wilayah di Indonesia.

"IDAI juga telah mengembangkan panduan protokol pemeriksaan kesehatan anak sekolah yang terstandarisasi," tambahnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6