Rayakan Hari Anak Nasional, Komnas PA Jakarta Hadirkan Ruang Aman dan Penuh Inspirasi

Dalam semangat memeringati Hari Anak Nasional ke-41 yang jatuh setiap tahunnya pada 23 Juli, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jakarta menyelenggarakan sebuah kegiatan edukatif dan rekreatif.

Diperbarui 10 Agustus 2025, 15:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Komnas PA Jakarta rayakan Hari Anak Nasional dengan tema 'Anak Hebat, Indonesia Kuat'.
  • Acara ini tekankan literasi, ekspresi budaya, dan perlindungan anak sebagai agen perubahan.
  • Tingginya kasus kekerasan anak dorong sinergi semua pihak untuk ruang aman.

Liputan6.com, Jakarta - Dalam semangat memeringati Hari Anak Nasional ke-41 yang jatuh setiap tahunnya pada 23 Juli, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jakarta menyelenggarakan sebuah kegiatan edukatif dan rekreatif bertajuk 'Anak Hebat, Indonesia Kuat. Menuju Indonesia Emas 2045, Aku Agen Perubahan', Minggu (10/8/2025).

Setidaknya ada sekitar 80 peserta mulai dari anak-anak berusia 8–15 tahun, orang tua, aktivis, mitra, dan media terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan yang penuh makna di ruang Pagelaran Budaya Nusantara, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

"Rayakan Hari Anak Nasional tahun ini Mengangkat tema 'Anak Hebat, Indonesia Kuat', perayaan ini mengajak anak-anak untuk mengenali potensi mereka sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045," ujar Ketua Komnas PA Jakarta Cornelia Agatha melalui keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).

Dia mengatakan, tak sekadar menjadi ajang hiburan, acara ini menekankan pentingnya literasi, ekspresi budaya, serta perlindungan anak dalam konteks sosial yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Cornelia menegaskan pentingnya peran anak sebagai agen perubahan.

"Kami ingin anak-anak menyadari potensi mereka, bukan hanya sebagai penerima perlindungan, tetapi sebagai subjek yang mampu membentuk masa depan bangsa," ucap dia.

 

Perlunya Sinergi Bersama

Dalam suasana yang hangat dan ramah anak, rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan apresiasi anak melalui tari daerah dan lagu tema nasional, dilanjutkan dengan edukasi kreatif berupa sulap interaktif, permainan, wisata literasi, serta pojok konsultasi bersama psikolog dan edukator parenting.

"Kegiatan ini juga menggarisbawahi data yang mengkhawatirkan, lebih dari 28 ribu kasus kekerasan terhadap anak tercatat sepanjang 2024, mayoritas berupa kekerasan seksual dan bullying," kata Cornelia.

"Fakta ini mendorong perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga dalam membangun ruang aman dan suportif bagi tumbuh kembang anak," sambung dia.

Menurut Cornelia, dipilihnya Perpustakaan Nasional sebagai lokasi kegiatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga sebagai simbol komitmen terhadap literasi inklusif dan akses informasi yang bermartabat bagi seluruh anak Indonesia.

"Literasi dipahami bukan hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kekuatan untuk berpikir kritis, membangun empati, dan menjadi pribadi yang tangguh," terang dia.

"Melalui kegiatan ini, Komnas PA DKI Jakarta ingin menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar kewajiban moral, tetapi pondasi penting bagi kemajuan Indonesia. Anak-anak yang cerdas, sehat secara mental dan fisik, serta penuh empati akan tumbuh menjadi generasi pembawa perubahan dan kesejahteraan bangsa," tutup Cornelia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6