Liputan6.com, Jakarta Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) tewas secara tragis diduga dianiaya seniornya di barak militer. Kematian Prada Lucky meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan menjadi sorotan publik.
Paman korban Rafael Davids mengatakan keponakannya itu menjadi anggota TNI yang baru menjadi anggota TNI selama dua bulan. Usai sah menjadi anggota TNI, Prada Lucky langsung ditempatkan di Batalion Pembangunan 843. Di Batalion tersebut, Prada Lucky dan satuannya membawa misi mulia untuk pembangunan di NTT.
Dari informasi yang dihimpun, tugas Batalyon Infanteri (Yonif) 843/Teritorial Pembangunan (TP) 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) adalah sebagai penguat kesiapsiagaan pertahanan di wilayah strategis dan sebagai satuan teritorial pembangunan yang humanis dan membangun melalui pendekatan pembinaan teritorial.
Advertisement
Satuan ini juga menjalankan peran sosial dalam masyarakat seperti pembersihan fasilitas umum untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Batalion itu merupakan Batalion yang baru mendarat di daerah itu kurang lebih satu bulan untuk membantu pembangunan masyarakat di NTT.
Menurut Rafael, Lucky beberapa waktu lalu sempat pulang ke Kupang untuk mengadakan syukuran dengan keluarga dan teman-temannya, kemudian tanggal 5 Juni, kembali ke kompi.
Rafael menambahkan, Prada Lucky dikenal sosok baik. Meski pendiam, tetapi tidak angkuh. "Tidak sombong apa segala, tidak anak ini," kenangnya.
Menurutnya, Rafael anak kedua dari empat bersaudara. Dia memiliki kakak perempuan dan dua adik laki-laki yang masih kecil.
Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas
Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.
"Dianiaya senior," kata dia.
Advertisement
4 TNI Terduga Pelaku Penganiayaan Prada Lucky Ditahan
Sebanyak empat anggota TNI yang diduga sebagai pelaku penyiksaan Prada Lucky Namo (23) hingga tewas dikabarkan ditahan. Prada Lucky merupakan prajurit TNI AD yang bertugas di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, NTT.
Komandan Brigif Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf. Agus Ariyanto belum bisa memastikan kabar tersebut. Dia hanya memastikan, sejumlah anggota TNI diperiksa terkait kematian Prada Lucky.
"Untuk jumlahnya dalam tahapan pemeriksaan, sehingga belum bisa saya menyampaikannya, seluruhnya masih dalam proses," ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Dia mengaku prajurit TNI itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Denpom Ende. "Sementara seperti itu," katanya singkat.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Candra menegaskan, prajurit yang terlibat dalam dugaan penganiayaan Prada Lucky Namo (23), menjalani pemeriksaan.
"Terhadap para personel yang diduga terlibat, saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak Subdenpom Kupang," kata Candra saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/8).
Candra tidak menjelaskan jumlah personel yang diperiksa dalam kejadian mengenaskan ini. TNI akan menindak tegas prajurit yang terbukti bersalah.
"Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika nanti terbukti bersalah, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan militer," terangnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884475/original/ACg8ocLPzfWW6auvgQa_dor5DOxbSAFvt9Q8dzlB97XYclrNTo6hFg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308695/original/012926100_1754553278-1000838218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594220/original/032588200_1633508023-peristiwa-5-oktober-lahirnya-tentara-nasional-indonesia-begini-sejarahnya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8430043/original/003749400_1782319438-1001465798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282449/original/090034000_1752476049-photo_2025-07-12-18.23.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913778/original/099751800_1643088559-20220125-TNI-AD-Gelar-Pasukan-Monas-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2942695/original/044415100_1571378232-apel_pengamanan_pelantikan_presiden.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261665/original/072133000_1781753389-Proses_eksekusi_Hotel_Sultan_berlangsung_ricuh.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261342/original/081830600_1781697006-923e4095-a9f6-43e4-a26b-dead13983244.jpg)