Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya pemahaman geopolitik global bagi kader partai dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi dunia yang terus berkembang.
Awalnya, Megawati mengulas video dokumenter saat dirinya hadir dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 serta beberapa agenda Presiden Pertama RI Soekarno.
“Umur saya baru 14 tahun, diajak oleh bapak saya untuk ikut yang namanya Konferensi Asia Afrika, untuk gerakan non-blok. Jadi, kalau bisa dilihat, waktu itu masih ada Pak Nasir, Nehru, dan lain sebagainya,” kata Megawati mengenang masa awal keterlibatannya dalam dinamika politik internasional bersama Presiden Soekarno.
Advertisement
Presiden Kelima RI ini menekankan pentingnya mewarisi semangat dan pemikiran para pemimpin dunia yang pernah terlibat dalam Gerakan Non-Blok. Dia mengingatkan, jika warisan tersebut tidak dijalankan, maka arah perjuangan generasi sekarang harus mempertanyakan.
Dalam pidatonya, Megawati menyinggung kondisi kawasan Timur Tengah yang patut diwaspadai karena berpotensi berdampak pada Indonesia, terutama dalam aspek ekonomi.
“Tadi saya panggil Pak Zuhairi. Saya tanya bagaimana keadaan di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa keadaannya tidak begitu baik. Yang saya amati terus adalah situasi antara Iran yang seolah-olah mau digempur oleh Israel,” ujarnya.
Kekhawatiran Terbesar Megawati
Megawati menyatakan kekhawatirannya jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu akibat konflik. Dia meminta kader PDIP tidak menyikapi sepele dinamika di Timur Tengah, terutama Selat Hormuz.
“Kekhawatiran saya yang paling besar adalah kalau Selat Hormuz itu sampai ditutup. Nah, hal-hal seperti ini jangan kalian pikir pendek. Ibu ini ngapain sih ngomongin urusan luar negeri,” katanya.
Megawati menegaskan bahwa isu-isu global semacam itu bisa langsung berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia.
“Kita mesti lihat, adakah dampaknya kepada Indonesia? Sangat. Karena kalau Selat Hormuz ditutup, itu yang saya khawatirkan. Kita bisa kena dampaknya apa? Harga minyak bisa naik. Ini harus betul-betul dipelajari. Orang partai harus tahu dan paham,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Megawati mengajak seluruh kader PDIP untuk terus belajar, memahami peta global, dan tidak bersikap apatis terhadap isu-isu internasional yang bisa berdampak pada stabilitas nasional.
Advertisement
Jangan Instan Berpolitik
Megawati juga mengingatkan para kader agar tidak bersikap instan dalam berpolitik. Menurut Megawati, menjadi kader partai harus disertai kecerdasan, komitmen, dan kesiapan menghadapi konsekuensi perjuangan politik.
“Jadi, jangan hanya instan. Kalau sudah jadi dan sudah buat sesuatu, lalu berpikir urusan lain, tidak bisa begitu. Orang-orang partai harus cerdas, harus pintar, dan pandai bergaul,” kata dia.
Megawati mengenang pengalamannya saat masih menjadi bagian dari PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan. Ia bercerita pernah diperiksa polisi hingga tiga kali dan menjalani interogasi selama belasan jam.
“Waktu itu saya bilang, saya mau ke kantor polisi. Karena saya dipanggil sampai tiga kali, ke kejaksaan juga, sebagai saksi dan diinterogasi. Dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Itulah konsekuensi sebagai orang politik,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung perjalanan panjang sang ayah, Presiden Soekarno, dalam dunia politik. “Coba kalian baca buku Bung Karno. Beliau mulai berpolitik umur 16 tahun. Dan kerjaannya hanya keluar masuk penjara, selalu dibuang ke mana-mana. Sebenarnya untuk apa coba? Kok mau seperti itu?” tutur Megawati.
Menurut Presiden Kelima RI ini, semua pengorbanan tersebut dilandasi oleh idealisme untuk menjadikan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat.
“Karena apa? Karena idenya, idealismenya. Bahwa kita akan menjadi sebuah negara berdaulat dan merdeka. Alhamdulillah, itulah yang terjadi,” katanya.
PDIP Cabai Rawit
Megawati bercerita, telah lama terjun ke dunia politik sejak tahun 1986 dan terpilih menjadi anggota DPR pada 1987. Ia menekankan pentingnya loyalitas dan kerja nyata dari para kader.
“Saya masuk PDI tahun 1986. Jadi sudah kawakan. Setelah itu tidak pernah berhenti. Tahun 1987 masuk DPR. Tiga kali berturut-turut menang terus,” ujarnya sambil menyapa kader dari Jawa Tengah.
Ia juga menyinggung peran kecil namun strategis PDIP di masa awal perjuangannya sebagai legislator.
“PDI kecil-kecil tapi cabai rawit,” ujar Megawati, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Di akhir pidatonya, Megawati meminta para kader untuk tidak hanya semangat saat forum besar seperti kongres, tetapi juga konsisten menjalankan tugas partai.
“Yang penting kerjakan. Sesuai arahan saya,” pungkas Megawati.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300600/original/087322700_1753885663-8f35322a-521a-40af-9bcf-cb54217f0494.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1265542/original/050169000_1466042105-Megawati.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1263326/original/065462500_1465874248-Megawati.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8644827/original/039743900_1782653847-3af2dd13-2b07-4063-8b02-1ef2ef1a98bb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8641589/original/092984400_1782647808-10e4033f-bf08-4f8e-b76f-0d1b6004b620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8638801/original/075677300_1782642489-a4f8b9a2-853a-46d3-8633-52d787d45a58.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263651/original/063427200_1781951956-5947a302-42a1-4dfb-9e43-ceeb8d364500.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263375/original/028911800_1781920470-Hasto_Kerinci.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260179/original/018480700_1781579998-WhatsApp_Image_2026-06-16_at_09.55.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260012/original/045098800_1781529341-143550.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259974/original/093325900_1781524742-143550.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259056/original/020544500_1781442659-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_19.27.58.jpeg)