Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai Ketinggian 18 Ribu Meter

Kolom abu di Gunung Lewotobi Laki-laki teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut.

Diterbitkan 02 Agustus 2025, 09:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT kembali meletus pada Sabtu dini hari.
  • Erupsi setinggi 18.000 meter dengan abu condong ke barat laut.
  • Status Awas, warga dilarang beraktivitas dalam radius 6-7 km.

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus sebanyak satu kali pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi terjadi pada pukul 01.05 WITA.

Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 18.000 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut.

Lebih lanjut, erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara kurang lebih 14 menit lima detik.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman kuat terdengar di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki.

 

Status Level Awas

Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diimbau PVMBG untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dan sektoral barat daya-timur laut tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Selain itu, masyarakat diimbau memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6