Liputan6.com, Jakarta - Polisi akan mengungkap misteri kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan (ADP) siang ini. Polda Metro Jaya akan menggelar konferensi pers khusus kasus tersebut Pukul 13.30 WIB, siang ini. Cerita kematian ADP dengan kepala terbungkus lakban diyakini berakhir tak sesuai prediksi.
Kriminolog Universitas Indonesia Josias Simon menganilisis, jika dibaca secara utuh sampai hari ini, bukti-bukti yang sudah ada, maka semakin jelas kematian ADP karena bunuh diri lebih kuat ketimbang kasus pembunuhan.
"Kalau dari petunjuk bukti-bukti yang ada, sebenarnya sudah terlihat apa sebab-sebabnya. Dugaan bunuh diri itu lebih terlihat bukti-buktinya. Walau ada kemungkinan dibunuh yang dilakukan secara rapih dan terorganisir namun bukti yang ditunjukkan lemah," kata Josias saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (29/7/2025).
Advertisement
Josias meminta polisi dapat mengungkapnya secara gamblang ke publik. Dengan ilmiah melalui metode scientific investigation crime (SCI).
"Jadi kalau memang ini bunuh diri, berarti dilakukan sendiri. Tapi bagaimana bisa melilit kepala sendiri dengan lakban? Itu yang harus dijelaskan secara saintifik," tegas Josias.
Motif Harus Terungkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294054/original/014761200_1753349377-Screenshot_2025-07-24_153529.jpg)
Josias berharap, kehadiran Kompolnas dalam mengawal jalannya investigasi ini mampu menjawab keraguan publik dengan kerja-kerja yang sudah diakukan penyelidik.
"Kompolnas justru terasa lebih terbuka dan jujur dibanding penyidik, yang ruang geraknya terbatas karena prosedur penyidikan. Kompolnas bisa menjelaskan dengan lebih apa adanya. Itu yang memperkuat bagaimana sebenarnya kejadian itu,” ujar Josias.
Josias melanjutkan, dalam perkembangan penyelidikan selama 20 hari, berbagai rekaman CCTV seperti di kost dan di rooftop Gedung Kementerian Luar Negeri menjadi bukti petunjuk. Selain itu, lanjut Josias, adanya tas yang ditinggalkan juga kantong belanja, menambah terang tanda tanya dari peristiwa kematian Arya Daru.
"Keterkaitan antara satu CCTV dengan yang lain merupakan fakta di lapangan, semua harus dikaji secara utuh, termasuk motif," tegas Josias.
Josias melihat, Polisi Penting mengungkap motif kematian ADP. Sekalipun, nantinya berakhir dengan kisah bunuh diri. Dengan begitu, publik tidak menaruh curiga akan kasus tersebut.
"Motif itu kunci untuk menjelaskan kenapa korban bisa sampai kehilangan nyawa. Kalau motifnya tidak dijelaskan, publik akan terus berspekulasi,” terang Josias.
Advertisement
Temuan Terbaru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297374/original/043244200_1753683655-WhatsApp_Image_2025-07-28_at_12.38.12.jpeg)
Kepingan puzzle kematian ADP satu per satu diungkap Polisi ke publik. Teranyar, isi tas milik ADP yang sempat dibawa ke lantai 12 Gedung Kemlu, Jakarta Pusat pada malam hari sebelum ditemukan tewas keesokan harinya.
Dari hasil pengecekan penyelidik, tas milik ADP itu berisi sejumlah barang. Mulai dari laptop hingga beberapa pakaian yang ia beli sebelumnya.
"(Isinya) laptop, terus pakaian yang baru dibeli, terus ada beberapa obat-obatan ya yang korban bawa, terus ya pokoknya belanjaan yang baru dia beli, terus beberapa nota, terus beberapa alat-alat kantor lah," ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak.
Reonald turut menyebut dalam tas itu juga ditemukan surat rawat jalan milik korban. Namun, Reonald tak membeberkannya secara rinci.
Lakban Kuning
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290721/original/073006200_1753155939-IMG_4102.jpeg)
Misteri asal usul lakban kuning yang melilit kepala ADP pun diungkap polisi. Dari hasil penyelidikan, terungkap lakban itu ternyata dibeli korban bersama istrinya di Yogyakarta pada bulan lalu.
"Lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko merah, Gedong Kuning, Yogyakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin.
Lakban warna kuning yang sama juga ada di rumah Arya yang ada di Yogyakarta. Lakban itu juga telah disita untuk didalami.
Sementara itu dari keterangan rekan kerja korban, lakban warna kuning tersebut biasa digunakan pegawai Kemlu yang berpergian ke luar negeri.
"Menurut keterangan rekan kerja ADP, bahwa lakban tersebut biasa digunakan pegawai kemlu yang berpergian keluar negeri, guna mempermudah mencari barang saat di bandara, mengingat fungsinya sebagai penanda karena warna yang mencolok," tutur Ade Ary.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294053/original/097845400_1753349376-Screenshot_2025-07-24_153541.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295861/original/079168800_1783972957-Spain_s_Mikel_Merino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295860/original/053984200_1783972780-France_s_Ousmane_Dembele__7__celebrates_with_Kylian_Mbappe_and_jules_kounde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111782/original/019814700_1738060856-000_36492MT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)