Said Abdullah: WTO, IMF, dan Bank Dunia Harus Difungsikan Kembali demi Keadilan Global

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mendorong agar lembaga-lembaga ekonomi internasional seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia difungsikan kembali secara nyata.

Diterbitkan 23 Juli 2025, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Said dorong lembaga ekonomi internasional difungsikan kembali secara nyata.
  • AS tinggalkan prinsip dagang bebas, WTO lemah hadapi sikap sepihak.
  • Perkuat lembaga multilateral atau fokus kerjasama bilateral/regional.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah mendorong agar lembaga-lembaga ekonomi internasional, seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia difungsikan kembali secara nyata.

Said menyebut bahwa sejak perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pada 2018, tatanan perdagangan internasional mengalami ketidakteraturan yang semakin parah.

Negara-negara maju seperti AS justru mulai meninggalkan prinsip perdagangan bebas yang sebelumnya mereka dorong secara agresif melalui WTO.

“Lucu sekaligus sedih, saat AS mulai kalah bersaing dan mengalami defisit perdagangan, mereka seenaknya memberlakukan tarif ke banyak negara. Tapi tidak ada satu pun negara yang membawa kasus ini ke WTO,” kata Said melalui pernyataan tertulis, Rabu (23/7/2025).

Padahal, menurut Said, WTO dibentuk sebagai forum penyelesaian sengketa perdagangan global yang adil dan transparan. Namun, ketidaktegasan WTO dalam menghadapi sikap sepihak AS menunjukkan lemahnya fungsi kelembagaan global itu sendiri.

“Diamnya WTO makin menegaskan bahwa keberadaannya hanya diperlukan bila sejalan dengan kepentingan negara maju,” ujarnya.

 

Ajak Dunia Kembali Perkuat Lembaga Multilateral

Di sisi lain, Said juga mengajak seluruh pemimpin dunia untuk kembali menghimpun komitmen internasional dalam memperkuat lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia.

Ia menyebut, apabila lembaga-lembaga tersebut tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, maka lebih baik dibubarkan saja.

“Buat apa kita iuran untuk WTO, IMF, dan Bank Dunia kalau nyatanya tidak berfungsi? Malah habiskan biaya tiada guna,” tegas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Said menilai bahwa dunia perlu kembali menghidupkan semangat kerja sama multilateral yang adil, bukan membiarkan satu atau dua negara besar bertindak sewenang-wenang. Alternatifnya, lanjut ia, negara-negara bisa fokus pada kerja sama bilateral atau regional seperti G20, BRICS, hingga ASEAN.

 

Semua Pihak Harus Bersatu

Namun jika dunia masih menganggap penting keberadaan lembaga internasional, maka semua pihak harus bersatu memperkuat dan menyempurnakan fungsinya.

“Mari kita bergandengan lebih erat, membulatkan tekad untuk menguatkan kembali WTO, IMF, dan Bank Dunia sebagai jalur penyelesaian internasional yang lebih adil,” pungkas Said.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6