Sukses

Kecelakaan Pesawat di Kupang, Merpati Rugi Rp 100 Miliar

Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines mengaku rugi sekitar Rp 100 miliar atas kecelakaan atau hard landing pesawat jenis MA60 di Bandara El tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 10 Juni kemarin.

"Manajemen Merpati mengalami kerugian US$ 10 juta sampai US$ 20 juta atau sekitar Rp 100 miliar, sebagai akibat dari insiden tersebut," kata Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo di Kupang, NTT, Rabu (12/6/2013).

Kerugian itu, kata Rudi, disebabkan rusaknya pesawat MA60 yang patah menjadi dua bagian karena mengalami hard landing. Namun, bagi Merpati kerugian itu bukan jadi masalah utama. Yang paling penting, keselamatan penumpang. Manajemen Merpati juga telah menyediakan asuransi bagi 46 penumpang yang ikut dalam penerbangan itu.

Rudy mengklaim pesawat MA-60 yang celaka itu sebagai pesawat tangguh dan canggih, yang semua suku cadangnya merupakan produksi Amerika dan Eropa dan dirakit di China. "China hanya merakitnya," ujarnya.

Meski demikian, insiden itu merupakan musibah yang tidak bisa dihindari, meskipun itu pesawat tercanggih buatan negara manapun. "Tak ada perusahaan pesawat yang membuat pesawat untuk celaka dan tak ada pilot yang menerbangkan pesawat yang mudah jatuh. Itu prinsipnya, karena itu merupakan musibah alam," tutur Rudy.

Dia mengatakan pesawat Merpati tipe MA-60 bernomor penerbangan MZ 6517 rute Soa Bajawa-Kupang yang mengalami pendaratan keras di Bandara El Tari pada Senin sekitar pukul 09.52 WITA itu sebenarnya berada dalam kondisi laik terbang. (ant/Eks/Ism)