Wamen Koperasi: KDKMP Jadi Lokomotif Ekonomi Baru di Desa

Wamenkop Farida Farichah menuturkan, pengembangan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKM) merupakan program investasi jangka panjang.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 19:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang menjadi lokomotif ekonomi baru di desa sekaligus mendorong masyarakat desa berperan aktif sebagai pelaku ekonomi.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menempatkan masyarakat desa tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang berperan aktif mengembangkan potensi daerahnya.

"Pak Presiden menginginkan Koperasi Desa Merah Putih ini sebagai lokomotif ekonomi yang ada di desa, di mana masyarakat desa tidak hanya dilibatkan sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi subjek. Dia dilibatkan sebagai pelaku ekonomi,” ujar Farida mengutip keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).

Dia menuturkan, pengembangan KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah atau kelompok masyarakat tertentu.

Melalui KDKMP, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang menghubungkan produsen di desa dengan pasar dan industri. Dengan demikian, potensi lokal, termasuk hasil pertanian dan sumber daya desa, dapat dikelola untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Menurut Farida, pengembangan KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah atau kelompok masyarakat tertentu.

Melalui KDKMP, pemerintah juga mendorong terbentuknya rantai pasok yang menghubungkan produsen di desa dengan pasar dan industri. Dengan demikian, potensi lokal, termasuk hasil pertanian dan sumber daya desa, dapat dikelola untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

"Selain memberikan atau melayani kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga murah dan terjangkau, kemudian menjamin rantai pasok atas kebutuhan pangan tersebut, dan yang ketiga menjadi off-taker dari produksi-produksi yang dilakukan di desa-desa,” ujar dia.

 

Pengembangan KDKMP Investasi Jangka Panjang

Farida menjelaskan, pengembangan KDKMP merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan ekonomi desa.

Program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan barang kebutuhan pokok, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur ekonomi yang dapat mendukung kegiatan usaha masyarakat secara berkelanjutan.

"Kopdes ini bukan program bagi-bagi sembako atau program bagi sekali habis untuk belanja, tetapi program ini adalah program investasi. Kenapa? Pemerintah sedang membangun infrastruktur ekonomi yang ada di desa sehingga perhitungannya adalah investasi,” ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6