Tarif Impor AS Turun, Ketua Banggar DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Mitigasi dan Kawal Surplus Ekspor

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Indonesia menekan tarif impor dari Amerika Serikat, namun mengingatkan pentingnga pengawasan terhadap dampak riil kesepakatan tersebut.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Apresiasi negosiasi tarif impor AS turun dari 32% ke 19% oleh pemerintah.
  • Pemerintah diminta dalami surplus dari penurunan tarif impor AS tersebut.
  • Mitigasi perlu disiapkan jika AS terapkan kebijakan sepihak di masa depan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengapresiasi langkah negosiasi Pemerintah Indonesia yang berhasil menekan tarif impor dari Amerika Serikat dari 32% menjadi 19%.

Kendati demikian, Said menegaskan pentingnya langkah lanjutan untuk memastikan Indonesia benar-benar diuntungkan dari kesepakatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi terhadap tim negosiasi, termasuk Bapak Presiden langsung," kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (16/7/2025).

"Tapi di balik itu semua, mari kita kontrol seberapa besar sesungguhnya surplus yang kita dapat dari kenaikan tarif 19 persen itu. Itu harus didalami oleh pemerintah,” imbuhnya.

Said juga menyoroti kecenderungan negara-negara kuat memberlakukan tarif secara sepihak yang dianggap tidak adil bagi negara mitra. Ia menilai kebijakan seperti yang dilakukan Presiden AS Donald Trump justru pada akhirnya merugikan rakyat Amerika sendiri.

“Pemberlakuan sepihak itu instrumen negara kuat. Keadilan jadi tidak tercipta. Trump menambal defisit yang dia buat sendiri, dan ujung-ujungnya rakyat Amerika juga yang dirugikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Said memandang lemahnya peran lembaga internasional seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional.

“Lembaga-lembaga internasional ini sekarang seperti mati suri, sakit gigi, semua tidak berdaya. WTO, IMF, World Bank, posisinya di mana?” tegas politikus PDIP itu.

 

 

Mitigasi

Terkait kesepakatan dagang Indonesia-AS, ia juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi kebijakan sepihak dari AS di masa depan.

“Mitigasi harus disiapkan. Begitu Amerika mengeluarkan tarif, kita jangan diam. Masa kita mau dikerjain Amerika terus? Kita ini negara yang equal. Kita dorong kesetaraan antar negara,” tukas Said.

Sebelumnya, Presiden Prabowo berhasil mengamankan pemangkasan tarif impor dari AS dari 32% menjadi 19% dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump.

Selain itu, Indonesia juga menyepakati pembelian produk energi AS senilai USD 15 miliar, produk pertanian USD 4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing terbaru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6