5 Fakta Terkait Viral Kasus Bullying Remaja Perempuan di Kota Depok

Aksi bullying sambil merekam dan live streaming di media sosial terjadi di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Seorang remaja perempuan berinisial OZ (15) menjadi korban bullying hingga mengalami luka.

Diterbitkan 14 Juli 2025, 10:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi bullying sambil merekam dan live streaming di media sosial terjadi di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Seorang remaja perempuan berinisial OZ (15) menjadi korban bullying hingga mengalami luka.

Korban OZ mengatakan, aksi bermula saat dirinya diajak tersangka berinisial C untuk bertemu. OZ mengalami bullying akibat cemburu atas tindakan yang dilakukan kekasih C kepada dirinya.

"Sebelum kejadian ini dia nge-live klarifikasi gitu dan banyak nyampein ke aku, kalau yang nonton itu seribu orang lebih," ujar OZ, Selasa 8 Juli 2025.

OZ menjelaskan, sebelumnya pacar C kerap mengirim pesan dan mengajak bertemu OZ tanpa sepengetahuan C. OZ sempat menolak, namun pacar C tetap bersikeras hingga bertemu OZ, dan C mengetahui pertemuan tersebut.

Sementara, orang tua korban berinisial RA telah melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Metro Depok. RA tidak terima anaknya diperlakukan layaknya binatang oleh tersangka C.

"Saya enggak terima anak saya dibikin kayak binatang. Siapapun terlepas dari benar atau salah anak saya, mereka nggak berhak menghakimi anak saya seperti itu, kayak binatang anak saya, diinjak, dipukul," kata RA.

Polres Metro Depok pun kini sedang menyelidiki aksi bullying yang dialami korban dan viral di media sosial. Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan adanya aksi bullying yang viral di media sosial. Diketahui aksi tersebut dilakukan seseorang kepada korban yang masih berusia remaja.

"Dilakukan oleh salah satu pelajar ya, disiarkan langsung live di medsos ya di Instagram," ujar Made di Polres Metro Depok, Selasa 8 Juli 2025.

Berikut sederet fakta terkait remaja perempuan jadi korban bullying di Depok dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Kronologi Kejadian

Aksi bullying sambil merekam dan live streaming di media sosial terjadi di Kota Depok. Seorang remaja perempuan berinisial OZ (15), menjadi korban bullying hingga mengalami luka.

Korban OZ, mengatakan, aksi bermula saat dirinya diajak tersangka berinisial C untuk bertemu. OZ mengalami bullying akibat cemburu atas tindakan yang dilakukan kekasih C kepada dirinya.

"Sebelum kejadian ini dia nge-live klarifikasi gitu dan banyak nyampein ke aku, kalau yang nonton itu seribu orang lebih," ujar OZ, Selasa 8 Juli 2025.

OZ menjelaskan, sebelumnya pacar C kerap mengirim pesan dan mengajak bertemu OZ tanpa sepengetahuan C. OZ sempat menolak, namun pacar C tetap bersikeras hingga bertemu OZ, dan C mengetahui pertemuan tersebut.

"Terus juga dia sempat kayak bikin status instagram gitulah. Kayak tentang peringatan-peringatan gitu, kayak hati-hati sama nih orang, kayak ngasih tahu ke semua orang gitu kalau aku tuh kayak seakan-akan salah banget gitu, padahal aku juga sebelumnya udah minta maaf duluan kan," kata OZ.

Akhirnya OZ berusaha untuk menemui C bersama temannya dikarenakan tidak tahan akan teror yang dilakukan C, melalui media sosial. OZ bertemu dengan C di sebuah rumah temannya berinisial S, kawasan Beji, Depok, Sabtu (5/7/2025).

"Di sana (rumah S) ternyata kayak udah lumayan rame juga ya. Aku mikir tuh juga disitu nggak bakal kayak main tangan gitu, diomongin baik-baik," ucap OZ.

OZ sempat mendengar pemilik rumah yakni S mengingatkan kepada C tidak bermain tangan. Hal itu dikarenakan di rumah tersebut terdapat CCTV dan dilihat orang tuanya yang sedang sakit.

"Pas saya duduk sambil main HP, si N (teman C) ini tiba-tiba datang dari arah kamar mandi langsung mukul saya," terang OZ.

Tidak hanya itu, C ikut menganiaya dirinya dan sempat teman C remaja lainnya yang datang ikut melerai. Namun tindakan tersebut tidak dapat dicegah dikarenakan C telah menganiaya korban.

"Aku ditampar dan dipukul pada bagian wajah, serta leher diinjak disuruh sujud minta maaf," ungkap OZ.

 

2. Laporkan Kejadian Bullying ke Polisi

Sementara, orang tua korban berinisial RA telah melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Metro Depok. RA tidak terima anaknya diperlakukan layaknya binatang oleh tersangka C.

"Saya enggak terima anak saya dibikin kayak binatang. Siapa pun terlepas dari benar atau salah anak saya, mereka nggak berhak menghakimi anak saya seperti itu, kayak binatang anak saya, diinjak, dipukul," ucap RA.

RA meminta Polres Metro Depok dapat mengusut kasus bullying yang dialami anaknya hingga mengalami luka. RA berharap, Polres Metro Depok memberikan hukuman terhadap tersangka sesuai perbuatan yang telah dilakukannya.

"Saya ya enggak ikhlas, enggak ridho, anak saya diginiin. Saya nggak mau damai. Kalau bisa dihukum berat, saya enggak terima anak saya digituin," pungkas RA.

 

3. Kasus Diselidiki Polres Metro Depok

Polres Metro Depok sedang menyelidiki aksi bullying yang dialami korban dan viral di media sosial. Diketahui, korban bersama orang tuanya telah melaporkan aksi bullying ke Polres Metro Depok.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan adanya aksi bullying yang viral di media sosial. Diketahui aksi tersebut dilakukan seseorang kepada korban yang masih berusia remaja.

"Dilakukan oleh salah satu pelajar ya, disiarkan langsung live di medsos ya di Instagram," ujar Made di Polres Metro Depok, Selasa 8 Juli 2025.

Budi menjelaskan, aksi bullying terhadap pelajar terjadi pada Sabtu 5 Juli 2025 sekitar pukul 20.55 WIB. Korban bersama ibunya sudah melaporkan aksi bullying ke Polres Metro Depok.

"Saat ini juga masih dalam proses pemeriksaan," jelas Made.

 

4. Polisi Sebut Diduga Karena Rasa Cemburu

Polres Metro Depok sedang menyelidiki aksi bullying yang dialami korban untuk diketahui permasalahannya. Polres Metro Depok menduga aksi bullying dilakukan karena rasa cemburu.

"Kami menduga kasus tersebut bermula dari cemburu ya terhadap seseorang, dimana si pelajar ini merupakan salah satu kekasih dari si tersangka," terang Made.

Made menegaskan, antara korban, pacar tersangka, dan tersangka berstatus pelajar. Saat ini, unit PPA Polres Metro Depok sedang meminta keterangan korban terkait aksi bullying yang dialaminya.

“Masih tahap pemeriksaan di unit PPA Polres Metro Depok,” tutur Made.

Polres Metro Depok akan berusaha mengungkap aksi bullying secara live streaming. Nantinya apabila terdapat perkembangan dari kasus tersebut, akan diinformasikan kembali kepada awak media.

"Saat ini masih kami telusuri, kami dalami video yang telah beredar. Namun setelah pemeriksaan dilakukan, kami akan coba lakukan informasi lebih lanjut," ucap Made.

 

5. Polisi Lakukan Visum

Polres Metro Depok sedang melakukan penyelidikan terhadap remaja perempuan berinisial OZ yang menjadi korban perundungan atau bullying hingga berujung penganiayaan. Saat ini, korban sedang menjalani visum terkait luka yang dialaminya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso, mengatakan, peristiwa bullying hingga berujung penganiayaan terjadi pada Sabtu 5 Juli 2025. Namun korban bersama orang tuanya baru melapor ke Polres Metro Depok pada Selasa 8 Juli 2025.

"Kami langsung membawa korban ke rumah sakit Brimob untuk dilaksanakan visum et repertum," ujar Bambang, Rabu 9 Juli 2025.

Dalam kasus ini, Polres Metro Depok telah meminta keterangan dari korban dan orang tua korban. Penyelidikan akan dilanjutkan dengan meminta keterangan dari saksi dan terduga pelaku.

"Untuk saat ini kami akan mengambil keterangan dari tiga orang saksi lagi dan dua orang terduga tersangka," ujar Bambang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, antara korban dan terduga pelaku merupakan pelajar. Polisi belum dapat memastikan antara korban dan terduga pelaku berada di satu sekolah yang sama atau berbeda.

"Informasinya seperti itu (pelajar), saya belum bisa pastikan secara detail, namun mereka tidak satu sekolah, mungkin satu lingkungan permainan," ucap Bambang.

Polres Metro Depok menduga, aksi bullying hingga berujung penganiayaan ini dipicu rasa cemburu. Diketahui, korban pernah jalan bersama dengan pacar dari salah satu terduga tersangka.

"Pemicunya, jadi si korban pernah jalan bareng dengan pacar dari si terduga tersangka, jadi ada dua peristiwa jalan barengnya dan tidak pada waktu yang bersamaan," terang Bambang.

Mengetahui hal itu, terduga pelaku ingin korban meminta maaf. Dari pertemuan antara terduga tersangka dengan korban, akhirnya muncul video aksi bullying hingga penganiayaan yang disiarkan melalui live streaming.

"Itulah yang muncul di video bahwa korban diminta bersujud gitu ya. Kemudian karena tidak sesuai dengan keinginannya terduga pelaku, terjadilah peristiwa yang kita saksikan di media sosial itu," tegas Bambang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6