Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru untuk Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi bagian dari misi negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Diterbitkan 05 Juni 2025, 15:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Magelang Anisa Dwi Pangestu (15 tahun) kini memiliki kesempatan membuka lembaran baru dalam hidupnya. Ia telah dinyatakan lolos sebagai salah satu calon siswa Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Anisa tinggal di sebuah rumah warisan berukuran 72 meter persegi di Dusun Samberan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Magelang, bersama lima anggota keluarganya. Ayahnya, Heryanto (47), bekerja sebagai pencari rongsok keliling, sementara sang ibu, Siti Kusriyatun (44), ibu rumah tangga. Adapun kakaknya, Deni (22) bekerja di kios martabak, adiknya, Laelatul (8) duduk di bangku SD dan Syahrul (5) masih TK.

Dengan penghasilan keluarga tak lebih dari Rp1,5 juta per bulan, masa depan Anisa sempat terhenti di bangku SMP. Namun harapan mewujudkan cita-citanya bangkit sejak adanya Sekolah Rakyat.

“Saya ingin jadi guru,” kata Anisa dengan senyum malu-malu saat menerima kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Rabu (4/6/2025).

Agus Jabo menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi bagian dari misi negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. 

"Pak Presiden tidak ingin kalau orang tuanya kurang mampu, orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Kedua, Pak Presiden ingin memuliakan orang-orang yang kurang mampu," kata Agus Jabo.

Dua Lokasi Sekolah Rakyat di Magelang

Lebih lanjut, Wamensos Agus Jabo mengatakan Kementerian Sosial membuka dua titik Sekolah Rakyat di Magelang, yaitu di Sentra Antasena Magelang, dan di Gedung Pusdiklat Tegalrejo, lokasi milik pemerintah kabupaten.

Keduanya ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2025. Seluruh kebutuhan siswa seperti kurikulum, guru, kepala sekolah, asrama, seragam, dan peralatan belajar tengah disiapkan secara menyeluruh serta gratis.

"Pak Presiden ingin anak-anak Indonesia bisa sekolah setinggi-tingginya. Di situlah negara harus hadir," kata dia.

Program Sekolah Rakyat ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menekan angka kemiskinan.

Pemkab Magelang Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat

Sementara itu Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat. 

"Kita mendorong bahwa ilmu pengetahuan menjadi dasar pengentasan kemiskinan di Kemensos hari ini dengan Sekolah Rakyat," kata dia. 

Ia juga menambahkan Sekolah Rakyat selaras dengan program pemerintah kabupaten.

"Nanti kita juga ada (program) seribu mahasiswa per tahun, jadi itu kan seiring. Dengan ini harapannya graduasi kemiskinan Kabupaten Magelang, bisa (meningkat)," kata Grengseng. 

Pada kesempatan ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo juga memberikan bantuan berupa lemari, sembako, alat kebersihan diri dan nutrisi bagi Anisa dan keluarga. 

Anisa hanyalah satu dari banyak wajah penuh harapan yang akan mengisi ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat. Lewat program ini, masa depan anak-anak dari keluarga termiskin pun bisa diselamatkan. Bukan dengan belas kasihan, tetapi lewat pendidikan berkualitas yang difasilitasi negara.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6