Sempat Jadi Polemik, Puan Minta Usulan Gelar Pahlawan untuk Soeharto Dikaji Secara Objektif

Puan menyampaikan bahwa proses penilaian baiknya diserahkan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Diperbarui 31 Mei 2025, 12:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR RI Puan Maharani merespons wacana gelar pahlawan untuk Soeharto dengan menekankan pentingnya proses penilaian yang objektif. Menurutnya, penentuan tokoh yang layak menerima gelar kehormatan tersebut harus melalui kajian menyeluruh oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang memiliki otoritas penuh dalam hal ini.

"Setiap usulan gelar itu ada dewan kehormatan atau dewan yang mengkaji siapa saja yang bisa menerima atau tidak," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Cucu Proklamator RI itu menegaskan sebaiknya seluruh pihak menyerahkan proses penilaian kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Ia berharap proses pengkajian dilakukan secara objektif.

"Jadi biar dewan-dewan itu yang kemudian mengkaji apakah usulan-usulan itu memang sudah sebaiknya dilakukan, diterima atau tidak," tegas Puan.

Sebelumnya, sejumlah aktivis Gerakan Reformasi 1998 menolak wacana tersebut dalam diskusi 'Refleksi 27 Tahun Reformasi: Soeharto Pahlawan atau Penjahat HAM?'. Mereka menilai Soeharto tidak layak menerima gelar pahlawan nasional karena memiliki rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia dan represif terhadap gerakan rakyat pada masa Orde Baru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6