Peringati Hari Lansia Nasional di Jember, Gus Ipul Bacakan Puisi Menyentuh di Hadapan 4.000 Lansia

Puisi yang dibacakan Gus Ipul bukan sekadar rangkaian kata, melainkan penghormatan tulus atas jasa para lansia yang telah menjadi tiang penyangga keluarga dan bangsa.

Diperbarui 31 Mei 2025, 11:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu pagi (31 Mei 2025) berlangsung penuh kehangatan dengan kehadiran sekitar 4.000 lansia. Dalam agenda ini, hadir pula Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang membuka acara dengan membacakan puisi berjudul “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”.

Puisi yang dibacakan Gus Ipul bukan sekadar rangkaian kata, melainkan penghormatan tulus atas jasa para lansia yang telah menjadi tiang penyangga keluarga dan bangsa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebahagiaan lansia sebagai ukuran kesejahteraan bangsa.

“Karena jika lansia tersenyum, berarti negeri ini sedang baik-baik saja,” kata Gus Ipul, di depan ribuan lansia yang memadati alun-alun.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan lansia di daerah.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember dimulai dengan senam pagi bersama yang meriah dan penuh semangat. Meski usia tak lagi muda, para lansia tampak antusias mengikuti gerakan senam dengan penuh kegembiraan.

Selain itu, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, layanan kesehatan khusus lansia termasuk operasi katarak dan donor darah, serta pemberian bantuan hidup layak bagi lansia.

Gus Ipul menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk generasi muda, tetapi juga untuk memastikan para lansia menikmati masa tua dengan tenang, sehat, dan bahagia.

“Mari kita jaga mereka sebagaimana dulu mereka menjaga kita,” ujarnya menutup pembacaan puisi.

Berikut puisi yang dibacakan Gus Ipul:

Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera

Di tangan renta tersimpan cerita,

Tentang kerja keras tanpa pamrih demi keluarga.

Tentang malam-malam tanpa tidur, demi anak bisa sekolah,

Tentang doa yang terus hidup, meski tubuh mulai lelah.

 

Kini, izinkan kami memanjakan mereka guna menikmati senja,

Dengan cinta, bukan luka.

Dengan pelukan, bukan kesepian.

Dengan hormat, bukan pengabaian.

 

Mari kita jaga mereka sebagaimana dulu mereka menjaga kita.

Karena bahagia mereka adalah ukuran kemanusiaan kita.

Karena jika lansia tersenyum, berarti negeri ini sedang baik-baik saja.

Lansia bahagia, Indonesia sejahtera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6